Pernah Bangun Sahur Kesiangan? Ini Tips Agar Puasanya Tetap Bugar

Makan sahur adalah hal penting dari kelancaran ibadah puasa. Dalam tradisi Islam, sahur dianggap dapat membawa berkah dan manfaat, salah satunya memberi kekuatan bagi orang yang berpuasa agar bisa menyelesaikan puasanya hingga magrib.

Apalagi Rasulullah SAW menganjurkan bagi umat Muslim yang akan berpuasa untuk menyantap sahur, seperti hadis berikut dikutip dari NU Online.

وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم السحور كله بركة فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء فإن الله عز و جل وملائكته يصلون على المتسحرين

Artinya, “Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bersalawat untuk mereka yang bersahur'” (HR Ahmad).

Namun ada kalanya kita kelewatan tidak makan sahur. Seringkali penyebabnya bangun kesiangan hingga lewat subuh. 

Lantas, jika tidak sahur apakah puasa bisa dilanjutkan atau tidak dan diganti di hari lain? Hal ini menjadi pertimbangan mengingat sahur menjadi anjuran Rasulullah bagi setiap orang yang akan berpuasa.

Hukum Puasa Tanpa Sahur
Meski makan sahur sangat dianjurkan Rasulullah, namun dalam ajaran Islam tidak ada aturan yang menyatakan bahwa syarat wajib puasa adalah sahur.

Rasulullah pun tidak mengajarkan salah satu syarat sahnya puasa adalah makan sahur. Dengan demikian, seseorang bisa melanjutkan puasa meski tidak makan sahur, tanpa harus khawatir puasanya tidak sah.

Jadi hukum puasa tidak sahur adalah sah karena bukan merupakan syarat wajib puasa. 

Namun bagaimanapun juga, jangan sengaja melewatkan sahur karena ini adalah kesempatan Anda makan dan minum agar tubuh punya energi yang cukup untuk berpuasa dan menjalankan aktivitas lainnya. 

Tips Puasa Tanpa Sahur
Berikut 8 tips yang dapat membantu Anda tetap fokus dan tak mengurangi semangat beribadah Ramadan meski harus puasa tanpa sahur, dilansir dari berbagai sumber.

1. Tetap tenang

Biasanya Anda akan langsung panik ketika menyadari terlambat bangun dan tidak sempat sahur. Tak jarang yang muncul adalah pikiran negatif dan penuh penyesalan. Meski begitu, jangan terlalu menyesali bangun kesiangan.

Jika Anda panik, energi akan terbuang sia-sia dan bisa merusak mood sepanjang hari bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Cobalah menarik napas dalam-dalam dan perlahan agar pikiran menjadi tenang. Semakin dalam kita bernafas, semakin banyak oksigen mencapai sel-sel tubuh, sehingga membantu meningkatkan fungsi kerja organ pada tingkat optimal.

Karena itu, tetaplah tenang dan terus bersyukur. Yakinkan pada diri Anda bahwa puasa yang dilakukan berdasarkan niat ibadah. Niscaya jika ibadah dilakukan dengan niatan yang tulus dan ikhlas akan mendapatkan pahala berlipat. 

2. Jangan terlalu dipikirkan

Setelah pikiran menjadi sedikit tenang, beraktivitaslah seperti biasanya. Tak perlu mengingat-ingat kembali bahwa Anda tidak sahur atau memikirkan risiko sakit dan lemas jika tak sahur, dan sebagainya. 

Mengutip About Islam, justru pada Ramadan ini anggaplah sebagai pengingat bahwa banyak orang-orang yang keadaannya lebih sulit daripada kita. Betapapun kurang beruntungnya Anda saat ini, masih lebih banyak orang lain yang kelaparan dan punya nasib yang kurang beruntung daripada Anda. 

Jadikan itu sebagai sarana untuk meningkatkan kesabaran dan rasa syukur terhadap Allah SWT. Dengan pola pikir seperti itu, Anda akan merasa lebih legawa, tenang, dan mempertajam rasa empati.

3. Rencanakan kegiatan

Melansir Metro, memiliki rencana harian membantu Anda menghemat waktu dan tenaga untuk terhindar dari mengerjakan hal-hal yang bukan menjadi prioritas. Apalagi jika Anda tengah berpuasa, tentu menyelesaikan banyak hal dan berat sekaligus akan terasa lebih berat. 

Tetapkan daftar aktivitas apa saja yang akan dilakukan, untung-untung jika Anda memiliki waktu sisa untuk beristirahat dan menyiapkan menu berbuka puasa bersama keluarga.

4. Perbanyak berdoa dan beribadah jika puasa tanpa sahur

Aspek terpenting dari bulan suci Ramadan adalah memperbanyak doa. Jika kita memiliki waktu luang, manfaatkan dengan melakukan banyak ibadah.

Anda bisa menggunakan waktu istirahat makan siang untuk membaca Alquran, berzikir, dan berdoa selepas salat. Perbanyaklah ibadah lainnya juga seperti bersedekah, iktikaf di masjid, maupun menunaikan salat sunnah. Mengalihkan pikiran pada aktivitas beribadah membuat Anda melupakan momen lupa sahur. 

5. Luangkan waktu untuk beristirahat

Disadari atau tidak, memaksakan diri untuk bekerja seperti biasa saat puasa akan membuat tubuh semakin lelah. Jika Anda tengah berpuasa, tak ada salahnya juga untuk meluangkan waktu istirahat.

Lelah, haus, dan lemas adalah hal yang wajar dirasakan ketika puasa tanpa sahur. Bersikaplah realistis terhadap diri sendiri. Maklumlah jika tidak mampu menyelesaikan jumlah pekerjaan seperti hari-hari sebelumnya. Ketika tubuh sudah merasa segar usai beristirahat beberapa menit, Anda bisa kembali lagi pada pekerjaan.

6. Tidur siang

Siang menjelang sore bisa menjadi saat terberat selama Ramadan. Ketika tubuh terasa sangat lelah dan lemas, cobalah tidur siang singkat. Tidur siang selama 15-20 menit saja bisa mengganti kurang tidur saat malam hari. 

Tidur siang selama 20 menit terbukti mengisi ulang energi, menenangkan saraf, meningkatkan memulihkan semangat dan konsentrasi, bahkan mengurangi risiko terkena serangan jantung. 

Namun jangan tidur terlalu lama melebihi yang disarankan. Tidur siang selama satu jam saja bisa mengalami inersia (sleep inertia), yakni perasaan disorientasi dan tidak nyaman sesaat setelah bangun.

7. Meditasi

Meditasi bisa menjadi alternatif bagi Anda yang mengalami kesulitan untuk tidur siang. Dengan meditasi membuat pikiran dan tubuh menjadi lebih tenang. Meditasi yang paling mudah adalah latihan pernapasan sederhana, dengan cara bernapas perlahan kemudian hitung napas Anda. 

Lalu tarik napas selama tiga hitungan dan embuskan sampai enam hitungan. Lakukan secara berulang selama 5 menit saja.

8. Kurangi aktivitas berat

Menjalankan aktivitas seperti biasanya merupakan tantangan ketika berpuasa, terutama bagi mereka yang melewatkan sahur. Kurangi aktivitas yang terlalu menguras tenaga ketika puasa, atau tunda pekerjaan tersebut sampai waktu berbuka.

Jangan memaksakan diri melakukan aktivitas berat karena tubuh bakal menarik banyak energi dan Anda akan mengalami dehidrasi. Ketika sudah dehidrasi, Anda akan merasa sangat kelelahan dan bahkan mengganggu puasa.

Daripada panik dan menjadi tidak semangat karena tidak sahur, cobalah lakukan 8 tips puasa tanpa sahur di atas sembari mengambil hikmahnya. 

Perbaiki niat Anda dengan menjalankan ibadah semata-mata dengan didasari iman agar puasa kita diterima Allah SWT dan dijauhkan dari amalan puasa yang sia-sia yakni hanya mendapatkan haus dan lapar.[]

(Visited 2 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.