SERANG – Program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan Kuota untuk keberangkatan dari Banten ke luar daerah telah terpenuhi, sedangkan untuk kedatangan masih tersedia.
“Yang ke luar banten alhamdulillah sudah full kuota, untuk yang dari luar ke dalam yang Jogja tadi sudah menurun, mundur satu. Jadi kurang satu,” katanya, Kamis (14/3).
Tri menjelaskan, untuk mudik keluar Banten, persyaratannya adalah memiliki KTP dan KK Banten. Sedangkan untuk mudik ke Banten, persyaratannya adalah tempat lahir di KTP harus mencantumkan kata “Banten”.
“Persyaratan dari Banten keluar itu harus punya KTP Banten dan KK Banten, kalau yang ke dalam karena itu nggak mungkin dengan persyaratan KTP-KK kita minta tempat lahirnya ada kata kata Banten,” katanya.
Pendaftaran mudik gratis dibuka mulai tanggal 10 Maret 2024 pukul 00.00 WIB dan ditutup pada tanggal 22 Maret 2024. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui website jawaramudik.bantenprov.go.id.
Anggaran untuk program mudik gratis tahun ini adalah Rp 1 miliar lebih. Anggaran tersebut digunakan untuk biaya sewa bus, makan peserta mudik, kaos, pajak, koordinasi di lapangan, dan cetak spanduk.
“Rp1 miliar, untuk bis, makan peserta mudik, kaos, terus nama tax, kemudian koordinasi di lapangan, sama cetak spanduk. Rp1 miliar lebih lah,” ujarnya.
Pada hari pertama pembukaan pendaftaran, kuota untuk beberapa tujuan favorit seperti Jogja, Solo, Purwokerto, Semarang, dan Brebes telah terpenuhi. Sedangkan untuk tujuan Garut dan Cirebon, kuotanya baru terpenuhi pada sore hari. (Fik)




