BerandaBERITAMengenal Motif Batik Banten yang Jadi Penghias Jembatan Aria Wangsakara

Mengenal Motif Batik Banten yang Jadi Penghias Jembatan Aria Wangsakara

Jembatan Aria Wangsakara berhasil mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Jembatan dengan Hiasan Ornamen Batik Etnik Terbesar”.

Penghargaan itu diberikan oleh perwakilan MURI setelah Jembatan Aria Wangsakara diresmikan Gubernur Banten Wahidin Halim di Kampung Bogeg, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, pada Selasa (29/3/2022) malam.

Pencapaian itu diberikan lantaran jembatan dengan panjang 78 meter dan lebar 33,8 meter itu memang dihiasi dengan ornamen motif batik Singayaksa dan Mandalikan khas Banten.

“Sedangkan untuk rellingnya ada motif batik Pamaranggen,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten Arlan Marzan.

Diketahui, motif Singayaksa berasal dari nama tempat Sultan Hasanuddin berdoa memohon petunjuk kepada Allah mengenai tempat terbaik baginya untuk mendirikan keraton.

Disebutkan bahwa motif ini melambangkan harapan untuk mendapatkan petunjuk dari Ilahi dalam hidup, sehingga dapat mengambil keputusan dengan baik dan benar.

Sedangkan, motif Mandalikan yang berbentuk belah ketupat dengan ornamen bunga yang ada di tengah-tengah sebuah bintang diambil dari gelar nama salah satu pangeran Banten, Pangeran Mandalika.

Pangeran Mandalika merupakan putra dari Sultan Maulana Yusuf yang menjabat sebagai Panglima Perang merangkap Menteri Perlengkapan di masa Kesultanan Banten.

Sementara, motif Pamaranggen di ambil dari nama tempat para pengrajin keris dan aksesoris keris di lingkungan Kesultanan Banten.

Saat ini, Banten telah memiliki 12 motif batik yang memiliki alur cerita. Motif-motif tersebut berasal dari padu padan 75 motif yang terdapat pada keramik dan gerabah di situs Keraton Surosowan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular