JAKARTA – Penunjukan Heru Budihartono sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta dinilai sejumlah pengamat merupakan jalan tengah yang terbaik. Pasalnya, Heru dinilai memiliki kapasitas untuk membenahi permasalahan DKI Jakarta yang masih tersisa.
Dengan masa jabatan selama 2 tahun, Heru Budihartono dinilai harus gerak cepat dan rasional untuk menentukan alur kebijakan DKI Jakarta. Karna masih banyak ‘PR’ yang ditinggalkan oleh Gubernur DKI Jakarta saat ini.
“Pj Gubernur DKI Jakarta harus bisa rasional, tantangannya menjadi sangat berat. Dituntut kerja cepat untuk menyelesaikan 3 pokok permasalahan dasar yakni kemacetan, kebanjiran, dan problem tata ruang,” ucap Arum Basuki, Direktur Riset Indopolling Network dalam talkshow Bincang Hari Ini di Sultan TV, Jumat (14/10/2022).
Arum menilai, Heru Budihartono memiliki 2 pilihan dalam memimpin DKI Jakarta. Diantaranya adalah melanjutkan gaya kepemimpinan Anies yang dinilai hanya membangun ‘estetika’, atau memiliki gayanya sendiri dalam menjawab kebutuhan warga ibukota.
“Ia tinggal memilih mau mempertahankan pembangunan ‘estetika’ atau berusaha memecahkan masalah yang menjadi dasar permasalahan warga akar rumput?” tuturnya.
Salah satu yang dikritisi oleh Arum Basuki adalah, pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS). Ia menilai pembangunan JIS dan penggusuran warga kampong Bambu berpotensi menimbulkan masalah bagi Pj Gubernur DKI Jakarta.
“Proyek pembangunan JIS, masyarakat sekitar tidak diajak dialog sejak awal. Maka kita menjadi bertanya-tanya, pembangunan ruang di DKI jakarta, ruang milik siapa? Milik warga atau milik elite?” katanya.
“Model penggusuran di tahun 2022 ini harusnya sudah tak ada lagi. Di era modern harusnya dialog terbuka dan pendekatan persuasif bisa dilakukan,” tambahnya.
Oleh karena itulah, Arum menilai agar Heru Budihartono melakukan pembangunan dan program kerja yang lebih pro rakyat.
“Jangan-jangan selama ini, ruang di DKI Jakarta adalah hanya milik elite bukan untuk warga akar rumput. Tugas Heru Budihartono adalah mengembalikan pembangunan dan program kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. []





