JAKARTA – Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, bakal mencecar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, bertepatan dengan hari lahir Bung Karno yang ke 121, Senin (6/6/2022). Berbagai pertanyaan akan dilontarkan Megawati dalam sidang promosi terbuka program Doktor Hasto Kristiyanto di Aula Merah Putih Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Selain Megawati, sejumlah profesor lainnya juga dijadwalkan bakal menjadi penguji disertasi Hasto. Yakni Prof. Dr. Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan selaku penguji eksternal satu, Jenderal Pol (Purn) Prof. Muhammad Tito Karnavian, selaku penguji eksternal dua, Prof Dr. Komarudin sebagai penguji eksternal tiga.
Prof. Evi Fitriani yang juga Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) selaku penguji eksternal empat, dan Prof. Dr. S. Pantja Djati Guru Besar Universitas Trisakti, selaku penguji eksternal lima.
Sebagai penguji internal program doktoral Hasto, selain Megawati ialah Prof. Banyu Perwita, Prof Dr. Irdam Ahmad dan Mayjen TNI Joni Widjayanto yang juga bertindak menjadi Ketua Sidang didampingi Sekretaris Sidang Dr. Herlina Saragih.
Mantan Menteri Pertahanan Prof Ir. Purnomo Yusgiantoro menjadi Promotor untuk Hasto meraih gelar doktor. Rektor Universitas Pertahanan Laksdya TNI Prof. Amarulla Octavian merupakan Kopromotor 1 dan Letjen TNI Purn Dr. I Wayan Midhio M.Phil selaku Kopromotor 2.
Dalam disertasi program doktoralnya, penelitian yang diambil Hasto berjudul ‘Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara.’
Selama dua tahun kurang lebih menjadi mahasiswa program studi Ilmu Pertahanan, pria asal Yogyakarta ini meneliti banyak tentang kiprah Sang Proklamator saat memimpin awal Republik Indonesia, terutama ide dan gagasan Bung Karno mengenai geopolitik terhadap pertahanan negara.
Berdasarkan informasi, sejumlah pejabat setingkat menteri dan pimpinan lembaga negara akan hadir menyaksikan ujian terbuka promosi Doktor Hasto Kristiyanto.
Berdasarkan tata letak di ruangan Aula Merah Putih terlihat kursi untuk Ketua DPR Puan Maharani, yang kursinya sejajar dengan sang kakak Muhammad Prananda Prabowo dan istri di sisi kanan depan.
Masih satu barisan kursi dengan Puan dan Prananda, terlihat kursi untuk Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Di jajaran kabinet tampak tempat duduk di barisan sisi kiri Menhan Prabowo Subianto, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua BPK RI Isma Yatun, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Sementara kursi di baris kedua tampak kursi untuk Menkumham Yasonna Laoly, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto.
Selain itu, terlihat sejumlah kursi untuk unsur pimpinan pusat PDIP antara lain Ahmad Basarah, Olly Dondokambey, Bambang Wuryanto, dan Utut Adianto beserta puluhan anggota DPR RI Fraksi PDIP. Sejumlah sekjen parpol juga rencana akan hadir.
Kepala Sekretariat DPP PDIP, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, mengatakan kursi yang telah diberi nama itu telah mengonfirmasi untuk hadir.
“Nama-nama yang ditaruh pada kursi memang telah mengonfirmasi akan hadir dalam sidang doktor Mas Hasto,” jelas Adhi.
Di Unhan, Hasto melihat adanya pengembangan keilmuan, seperti fakultas-fakultas S1, yakni Kedokteran Militer, Farmasi Militer, MIPA Militer, dan Teknik Militer. “Sangat diperlukan agar kita betul-betul dapat memastikan kedaulatan negara Indonesia,” kata Hasto.
Di sisi lain, Hasto menilai pemahaman geopilitik Bung Karno sangat penting bagi Indonesia agar bisa menyelesaikan persoalan dunia, seperti perang Rusia-Ukraina saat ini.
“Pemikiran geopolitik Soekarno ini sangat relevan untuk menggelorakan kembali semangat kepemimpinan Indonesia bagi dunia. Suatu kehormatan juga bagi saya, di sinilah pertahanan dalam perspektif yang luas, ternyata oleh para pendiri bangsa itu melibatkan seluruh komponen rakyat Indonesia di dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta,” jelas Hasto. []





