TANGSEL – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Marinus Gea mengungkapkan ketidakcocokan antara pemimpin ideal yang diharapkan masyarakat Banten dengan pemimpin yang pernah terpilih.
Hal ini ia ungkapkan dalam dialog ‘Mencari Pemimpin Banten’ yang diselenggarakan Sultan TV di Lubana Sengkol, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (8/10/2022).
“Saya langsung aja ke pemimpin Banten, dari perspektif politik itu pasti kontra dengan apa yang ideal menurut narasumber lainnya,” ungkap Marinus.
Lebih lanjut, Marinus memaparkan bahwa pemimpin Banten lebih berorientasi untuk menguasai dibanding memimpin Provinsi Banten lebih baik lagi. dalam artian bahwa pemimpin-pemimpin Provinsi Banten selalu berupaya untuk mempertahankan kekuasaanya tanpa memikirkan kemakmuran rakyat.
“Karena, ya lebih dominan memikirkan bagaimana mempertahankan posisinya, lebih dominan mempertahankan sebagai raja, lebih dominan mempertahankan kekuasaanya untuk kemakmuran, bukan kemakmuran siapa-siapa, tapi hanya dirinya seorang,” katanya.
Fenomena ini terjadi lantaran kurangnya pemahaman mengenai sistem demokrasi bagi masyarakat di Banten.
“Karena sistem demokrasinya yang masih belum dipahami secara merata semua anak-anak bangsa termasuk di Banten,”
Diketahui bahwa dialog ‘Mencari Pemimpin Banten’adalah wadah diskusi yang diinisiasi oleh Sultan TV dan Lubana Sengkor yang di pandu oleh Uten Sutendy selaku co-host Kick Tangsel dan Budayawan.
Selain Marinus gea, hadir sebagai narasumber lainnya Tokoh Masyarakat Tangsel Saleh Asnawi, U Saefudin Noor selaku pengusaha dan profesional, serta Lord Rangga, tokoh publik dan influencer. Sementara hadir puluhan peserta yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, Aktivis, dan Mahasiswa. (bum)


