Daun kelor atau nama ilmiahnya Moringa oleifera merupakan tanaman tropis yang bentuknya kecil dan bundar. Daun kelor tumbuh di Indonesia dan wilayah tropis lainnya, serta dijuluki sebagai pohon ajaib karena bisa dimanfaatkan biji dan daunnya yang kaya nutrisi.
Manfaat daun kelor bagi kesehatan yang paling terkenal adalah melancarkan produksi ASI pada ibu menyusui. Berkat kandungan nutrisi berupa kalori, protein, karbohidrat, zat besi, magnesium, kalium, dan asam folat. Selain itu, vitamin A, B, dan C juga terkandung dalam kelor.
Tidak hanya melancarkan ASI pada ibu menyusui, berikut sejumlah manfaat daun kelor:
- Membantu menangkal radikal bebas karena kandungan antioksidan yang tinggi.
- Mampu menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan kerja hormon insulin yang mencegah resistensi insulin.
- Mengurangi peradangan dalam tubuh dengan senyawa anti inflamasinya.
- Memelihara kesehatan dan fungsi otak, menurunkan potensi terkena penyakit alzheimer dan parkinson.
- Mengontrol tekanan darah agar tetap stabil.
- Menghambat perkembangan sel kanker.
- Makanan penambah energi yang bebas kafein.
- Menjaga kesehatan hati dan perbaikan sel.
- Melancarkan pencernaan, menurunkan risiko sembelit.
- Mencegah penuaan dini karena kandungan flavonoid dan polifenol.
Daun kelor mengandung banyak senyawa vitamin, mikronutrien, dan karotenoid yang menjadikan daun kelor sebagai superfood. Penyakit neuropatik, kanker, hipertensi, diabetes, dan obesitas bisa ditangani dengan mengonsumsi daun kelor.
Namun dalam konsumsinya, jika berlebihan akan mengalami efek samping seperti gangguan pencernaan, dan penurunan tekanan darah. Perlu untuk perhatikan porsi mengonsumsi, jangan sampai berlebihan dan malah mengurangi manfaat baik bagi kesehatan tubuh.
[Radika]




