SERANG, Sultantv.co – Kelompok Pecinta Alam Pesisir Pulau Dua (KPAPPD), Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, menegaskan pentingnya sinergi antara pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi.
Melalui kegiatan bertema ‘Sinergitas Terhadap Rencana Pembangunan Kawasan Industri Sawah Luhur Kota Serang’, KPAPPD mendorong semua pihak untuk bersama-sama menjaga ekosistem pesisir sambil mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan.
Ketua KPAPPD Sawah Luhur, Kasrudin menyampaikan harapan besar terhadap pembangunan kawasan industri di wilayahnya dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan.
“Kami berharap adanya rencana pembangunan kawasan industri ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi mangrove dan habitat bibit bandeng (Nener) juga harus tetap dipertahankan. Kita tidak boleh mengorbankan satu demi yang lain,” ujar Kasrudin.
Pria yang diketahui sebagai Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten ini menegaskan pentingnya perlindungan Cagar Alam Pulau Dua, yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Banten bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Menurutnya, menjaga kondusifitas dan kelestarian kawasan tersebut merupakan tanggung jawab bersama.
Salah satu pendekatan yang didorong KPAPPD adalah penerapan Silvofishery, yakni sistem budidaya perikanan berkelanjutan yang mengintegrasikan penanaman mangrove dengan budidaya ikan, udang, atau kerang di lokasi yang sama tanpa mengonversi hutan mangrove menjadi tambak.
Sistem ini juga dikenal sebagai aquasilviculture, menggabungkan aspek kehutanan dan perikanan secara ekologis dan ekonomis.
“Silvofishery bukan hanya menjaga ekosistem, tetapi juga memberi manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat,” jelas Kasrudin.
Saat ini, dari total 35 hektare lahan konservasi, masih dibutuhkan sekitar 7.000 bibit mangrove tambahan untuk kegiatan penyulaman dan peremajaan kawasan.
Sebagai informasi, Kasrudin telah aktif dalam pelestarian pesisir sejak tahun 2009. Selama lebih dari 16 tahun, ia masuk dalam salah satu kelompok masyarakat binaan Wetlands International (Non Government Organization) di Kelurahan Sawah Luhur.
Hingga saat ini, ia konsisten membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir di Sawah Luhur dan sekitarnya. (Roy)





