Wakil Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Kota Serang Bandiyono mengatakan, regenerasi atlet panahan-berkuda (horseback archery) di Kota Serang masih terhambat.
Hanya beberapa nama saja yang tercatat sebagai atlet panahan-berkuda di PORDASI Kota Serang, satu di antaranya adalah Mohamad Nisvi, yang sudah menorehkan prestasi di tingkat Nasional. Lalu, ada nama seperti Salma, Nabila, dan Bandiyono sendiri, yang juga masih tercatat sebagai atlet.
Olahraga panahan-berkuda sebagai salah satu olahraga keatletan prestasi masih belum banyak diketahui masyarakat Kota Serang. Hal itu yang menjadi salah satu alasan minimnya regenerasi atlet panahan-berkuda.
“Tidak banyak juga yang mau mengikuti pertandingan karena melelahkan. Butuh latihan yang terpola, bahkan bisa menghabiskan waktu 3 jam untuk latihan setiap harinya,” ungkap Bandiyono, saat ditemui di tempat latihannya, di Bandi’s Stable, Desa Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
Olahraga panahan-berkuda yang tergabung dalam PORDASI Kota Serang, berinisiatif bergabung dengan Komite Olahaga Nasional Indonesia (KONI) Kota Serang agar semakin diterima masyarakat secara luas.
Selain itu, Bandiyono yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres), mengupayakan membuat jalur-jalur khusus seperti beasiswa untuk atlet, agar minat masyarakat menjadi atlet panahan-berkuda meningkat.
“Sebelumnya, Rektor Untirta, yang juga Dewan Penasihat PORDASI, datang ke sini dan bilang akan ngasih beasiswa ke mahasiswanya yang ada di sini,” ujar Bandiyono.
Hingga saat ini, sudah banyak prestasi yang ditorehkan atlet panahan-berkuda Kota Serang, hanya saja sebagian berasal dari atlet yang sama. Bahkan, turnamen internasional pun sudah beberapa kali diikutkan.
“Paling banyak di Turki. Sudah beberapa yang ke sana. Hanya saja, tergolong dari satu klub saja yang memiliki akses ke sana. Bahkan, turnamen di Korea, Tiongkok, dan Hungaria masih diikuti atlet secara perorangan,” ungkap Bandiyono menyayangkan.
Ke depan, ia menginginkan, agar ada seleksi yang baik untuk olahraga panahan-berkuda, mulai dari tingkat provinsi hingga ke tinggat nasional. Serta, olahraga panahan-berkuda bisa dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) agar atletnya dapat unjuk gigi di sana.




