28.2 C
Serang
Wednesday, January 20, 2021

Keindahan Brugge, Kota Bersejarah dari Abad Pertengahan

Setiap pengunjung Brugge, dapat dengan mudah membayangkan masa di mana kota ini dipenuhi oleh pedagang dari seluruh penjuru Eropa. Kota di barat laut Belgia ini, dahulu kala merupakan pusat perdagangan utama di Eropa abad pertengahan. Juga pusat seni dan arsitekstur selama renaisans.
Pusat bersejarah di Brugge telah mempertahankan karakternya selama berabad-abad dan kini ditetapkan sebagai situs warisan dunai UNESCO. Pertama kali didirikan oleh bangsa Viking di abad pertengahan, lokasi strategis Brugger membantunya menjadi pusat perdagangan. Para pedagang dari utara dan selatan Eropa bertemu di sana – membawa bahasa dan pengaruh budaya yang akhirnya tercampur menjadi satu.
Kota ini juga dikenal sebagai pusat sekolah lukis yang telah melahirkan beberapa maestro seperti Jan van Eyck dan Hans Memling. Namun, beberapa tahun setelahnya, nasib Brugge berubah. Selat Zwin, yang menghubungkan Brugge dengan Laut Utara, mulai dipenuhi dengan lumpur. Itu menyebabkan selat ini tidak mudah dilacak dan wilayah Brugge terpotong dari lautan.
Dilansir nationalgeographic.grid.id, pada 1500-an, Brugge yang dulu menjadi  pusat perdagangan Eropa, tergantikan oleh Antwerp. Pertengahan 1800-an, kota bersejarah ini bahkan menjadi yang termiskin di Eropa. Namun, nasib Brugge berubah lagi di abad ke-20. Kota ini terhindar dari kerusakan besar yang disebabkan Perang Dunia II. Dengan begitu, warisan arsitekturnya tetap utuh. Brugge pun mendapat kesempatan hidup baru: yakni sebagai pusat wisata. Saat ini, para pengunjung dari seluruh dunia menikmati wisata apung di kanal bersejarah di jembatan batu sambil ditemani sekawanan angsa, mengelilingi jalanan berbatu dengan naik kereta kuda, atau menyeruput cokelat panas di kafe-kafe sepanjang trotoar.
Beberapa bangunan asli bergaya Gothic masih ada di sana, termasuk menara lonceng abad ke-13 yang mengesankan. Lonceng-loncengnya – yang kini terdiri dari 47 buah – telah menjadi ciri kota itu selama berabad-abad. Pengunjung juga bisa menaiki 366 anak tangga untuk melihat panorama yang indah dari atas bangunan.
Kota ini juga melestarikan tradisi agama dan budayanya, yang paling terkenal adalah Prosesi Darah Kudus. Prosesi tersebut dilakukan setiap musim pada Hari Kenaikan, 40 hari setelah Paskah.
Selama acara, petugas dari Brotherhood of the Holy Blood akan membawa botol yang diyakini berisi kain mengandung darah Kristus, di sepanjang jalan. Lebih dari 1.700 peserta berbaris melintasi pusat kota dengan berjalan kaki, menunggang kuda, atau mengendarai gerobak sambil menyerukan ayat Alkitab. Prosesi ini membawa puluhan ribu pengunjung ke Brugge setiap tahunnya.
Perjalanan ke Brugge bisa dilakukan selama satu hari dari Brussel. Ia bisa diakses dengan kereta api, bus, dan mobil. Kota ini mudah dijelajahi dengan berjalan kaki. Meski demikian, tersedia tur menggunakan perahu, kereta, dan sepeda sewaan.
Situs utama di pusat kota Brugge meliputi Market Square, menara lonceng, Groeninge Museum, dan Basilica of the Holy Blood. Jika Anda ingin naik ke menara lonceng, sebaiknya datang lebih awal karena antrean akan semakin panjang seiring berjalannya hari.
Belgia memiliki iklim sedang sepanjang tahun. Namun, untuk menghindari hujan musing dingin dan keramaian di musim panas, pertimbangkan datang pada bulan April, Mei atau September.[]

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

12,731FansSuka
6,619PengikutMengikuti
23,150PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru