More

    Kasepuhan Cisungsang Berharap KMAN ke-VI Jadi Momentum Disahkannya RUU Masyarakat Adat

    SERANG – Perwakilan 2.700 masyarakat adat se-Indonesia akan berkumpul dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) ke VI di Jayapura, Provinsi Papua pada 24-30 Oktober 2022. Mewakili Banten, perwakilan Masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang akan hadir dalam acara tersebut membawa misi perdamaian dan persaudaraan.

    Henriana Hatrawijaya atau yang akrab disapa Kang Nochi, dan dua orang lainnya akan membawa pesan dari masyarakat adat di Banten ke dalam KMAN ke VI. Kongres ini diharapkan dapat mewujudkan Rancangan Undang-undang (RUU) Masyarakat Adat, yang pernah dibahas DPR RI.

    “Ini menjadi momentum untuk saling berbagi dan bersilaturahmi antar komunitas masyarakat adat nusantara. Dan tentunya, dalam kongres ini kita semua mempunyai misi yakni mendorong pemerintah mengesahkan RUU Masyarakat Adat,” tuturnya kepada Sultan TV, Rabu (12/10/2022).

    Menurutnya, jika disahkan, RUU Masyarakat Adat dapat menjadi jaminan konstitusional terhadap pengakuan dan dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.

    Namun, pada kenyataannya masih terbentur oleh sistem penegakan hukum yang belum mampu menerjemahkan jaminan konstitusional ke dalam peraturan operasional teknis.

    “Ini salah satu yang kita dorong. Sebab ini merupakan utang pemerintah. Karena jaminan pengakuan dan penghormatan konstitusional melalui Pasal 18B ayat (2) UUD Tahun 1945, tidak ditindaklanjuti dalam peraturan operasional dengan bentuk undang-undang. Hal ini terbukti dengan belum disahkannya RUU Masyarakat Adat yang sudah terparkir puluhan tahun,” kata Nochi.

    Nochi mengatakan, sebelum berangkat ke Papua, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan ritual adat di Cisungsang. Dalam ritual ini, pihaknya akan meminta restu dan doa kepada Ketua Masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang.

    Tak hanya itu, pihaknya juga akan membawa beberapa benda yang dipersiapkan sebagai bahan ritual dalam KMAN ke VI. Diantaranya adalah air, tanah, kayu, batu, kemenyan dan panglai.

    “Kita bawa untuk melakukan ritual untuk diterima oleh ketua adat disana. Tentunya ini merupakan doa dan harapan dari Masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang, untuk adanya persatuan dari seluruh masyarakat adat nusantara,” katanya. []

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    40,600PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru