BPBD DKI Jakarta menyebut sebagian besar wilayah yang terdampak genangan dan banjir di Jakarta Timur dapat surut dalam waktu sekitar 2 jam. Hal itu terjadi di Kelurahan Cipinang Melayu, Kelurahan Makasar, dan Kelurahan Kebon Pala.
Sementara, untuk titik genangan di Kelurahan Cililitan, Kelurahan Tengah, dan Kelurahan Rambutan, air dapat surut dalam waktu sekitar 3-4 jam.
“Personel gabungan Pemprov DKI yang dilengkapi dengan peralatan langsung bergerak cepat dalam menangani genangan,” ungkap Plt. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto, seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, pada Senin (15/11/2021).
Sedangkan, berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, genangan yang terjadi di Kecamatan Mampang Prapatan dapat ditangani dan surut dalam waktu 2 jam.
“Sebagai tindak lanjut, kami juga terus memantau perkembangan genangan/banjir dan tinggi muka air di pintu-pintu air. Meski tinggi muka air bervariasi kemarin, tetapi dari pantauan kami tidak ada yang sampai berstatus awas atau siaga 1,” ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Yusmada Faizal, dikutip dari sumber yang sama.
Disebutkan bahwa masyarakat dapat memantau informasi terkini seputar wilayah yang terdampak banjir dan genangan melalui link pantaubanjir.jakarta.go.id/peta-banjir-berbasiskan-rt, aplikasi JAKI, maupun akun twitter @BPBDJakarta. Perkembangan terkini wilayah terdampak banjir dan genangan akan diperbarui setiap tiga jam.
Sebelumnya, genangan dan banjir di sejumlah titik di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan muncul usai curah hujan tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah DKI Jakarta, pada Sabtu (13/11/2021).
Berkat kolaborasi berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), genangan dan banjir yang terjadi kemarin dapat surut dalam waktu kurang dari 6 jam. Tepatnya, pukul 23.59 WIB, air telah surut pada seluruh titik yang sebelumnya terdampak.




