BerandaBERITAIni Sejarah Reputasi Buruk Soal MSG

Ini Sejarah Reputasi Buruk Soal MSG

Selama beberapa dekade, monosodium glutamat (MSG) atau micin telah menjadi salah satu bahan penyedap rasa yang populer di dunia. Meski demikian, MSG juga sering dihindari banyak orang karena berbagai mitos yang penuh kontroversi.

MSG merupakan penyedap yang berasal dari bahan alami seperti, rumput laut, tapioka, dan juga fermentasi tebu.

Mengutip laman Eat This Not That, 4 dari 10 orang Amerika dilaporkan secara aktif menghindari MSG pada 2018. Namun, semakin banyak ahli nutrisi yang melawan stigma buruk seputar MSG. Banyak yang mengatakan bahwa reputasi buruk tentang micin didasari rasisme anti-Asia.

Micin memiliki reputasi buruk karena sindrom restoran China yang muncul pertama kali di Amerika Serikat. Sebuah surat tentang ‘sindrom restoran Cina’ yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada tahun 1968, memicu kekhawatiran tentang konsumsi MSG.

Sindrom ini pertama kali dikemukakan oleh Robert Ho Man Kwok. Ia melaporkan merasa mati rasa di bagian belakang lehernya dan berbagai kelemahan umum setelah makan di restoran China di Amerika Serikat. Dalam hal ini ia menyebut kemungkinan penyebabnya adalah MSG yang ditambahkan dalam makanan. Dia juga menulis bahwa kemungkinan penyebabnya adalah MSG yang ditambahkan ke makanan.

Semenjak itu, para ilmuan meneliti gejala yang diduga terkait dengan tambahan MSG dalam makanan, seperti sakit kepala, berkeringat, mual dan nyeri dada. Sebuah studi tahun 1969 pada tikus menemukan bahwa tikus yang diberi MSG dalam jumlah tinggi mengembangkan lesi otak, obesitas, dan gangguan endokrin. Studi lebih lanjut membuat klaim bahwa MSG dapat menyebabkan masalah pada jantung dan hati, serta perubahan perilaku dan bahkan tumor. 

Meski demikian, klaim dari hasil riset tersebut sering dikaitkan sebagai perilaku rasis terhadap etnis China. Sebab, faktanya di tahun-tahun itu MSG sedang populer di AS. Saking populernya, pada tahun 1969 Amerika Serikat memproduksi 58 juta pon MSG per tahun dan memasukkannya ke dalam berbagai makanan.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular