Ini Realisasi Investasi Banten Triwulan I 2019

Realisasi investasi pada Triwulan I 2019 sebesar Rp 12,20 triliun mengalami perlambatan 19,4 persen dari Triwulan I 2018 yang berada dinilai Rp 15,50 triliun, namun meningkat  19,7 persen dari Triwulan IV 2018 ( Rp 10,44 triliun). Nilai investasi Triwulan I 2019  merupakan realisasi investasi langsung yang dilakukan selama 3 bulan periode laporan (Januari – Maret 2019) berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima BKPM dari perusahaan PMA dan PMDN.

Secara nasional, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada Triwulan I 2019, Provinsi Banten menempati urutan ke-4 dengan nilai investasi sebesar Rp. 8,07 triliun dengan 894 proyek. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berada pada urutan ke-8 dengan nilai investasi sebesar Rp. 4,43 triliun dengan 397 proyek.

Berdasarkan Lokasi

Berdasarkan lokasi, nilai investasi pada Triwulan I 2019 pada PMA tertinggi berada di wilayah

Kabupaten Tangerang sebesar Rp. 3,09 triliun dengan 353 proyek, lalu disusul  Kota Cilegon sebesar Rp. 1,66 triliun dan 77 proyek; Kota Serang sebesar Rp. 1,25 triliun dan 10 proyek; Kabupaten Serang sebesar Rp. 1,14 triliun dan 118 proyek, Kota Tangerang sebesar Rp. 647 miliar dan 218 proyek; Kota Tangerang Selatan sebesar Rp. 174 miliar dan 105 proyek; Kabupaten Lebak sebesar Rp. 90 miliar dan 11 proyek.

Pada PMDN, investasi tertinggi ditempati Kota Tangerang dengan nilai investasi sebesar Rp. 1,78 triliun dan 97 proyek; Kota Cilegon sebesar Rp. 956 miliar dan 24 proyek; Kabupaten Tangerang sebesar Rp. 730 miliar dan 149 proyek; Kabupaten Serang sebesar Rp. 564 miliar dan 71 peoyek; Kota Tangerang Selatan sebesar Rp. 303 miliar dan 39 proyek; dan Kabupaten Pandeglang sebesar Rp. 102 miliar dan 4 proyek.

Berdasarkan Sektor

Berdasarkan Sektor, nilai tertinggi pada PMA ialah sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran

dengan nilai investasi sebesar Rp. 2,91 tiliun dan 37 proyek, selanjutnya industri makanan sebesar Rp. 1,45 triliun dan 63 proyek; Listrik, Gas dan Air sebesar Rp. 1,21 triliun dan 7 proyek; Industri Kimia Dan Farmasi sebesar Rp. 933 miliar dan 112 proyek; dan Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki sebesar p. 379 miliar dan 30 proyek.

Sementara pada PMDN, nilai tertingi pada bidang industri makanan sebesar Rp. 1,93 triliun dan 51 proyek; Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi sebesar Rp. 814 miliar dan 12 proyek; industri logam dasar, barang loga, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp. 533 miliar dan 23 proyek; listrik, gas dan air sebesar Rp. 256 miliar dan 11 proyek; dan perdagangan dan reparasi sebesar Rp. 229 miliar dan 56 proyek. []

(Visited 3 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.