SERANG, Sultantv.co – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Serang Raya melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang Pusat Pemerintah Kota (Puspemkot) Serang pada Kamis, 12 Juni 2025.
Aksi demonstrasi ini sempat diwarnai saling dorong pintu gerbang untuk menerobos masuk ke area Puspemkot Serang dan pembakaran ban, yang dilakukan sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.
Pantauan di lokasi, aksi tersebut diawali dengan penyampaian orasi, di depan pintu masuk Pemkot Serang.
Orasi tersebut dilakukan secara bergantian oleh massa aksi. Tak henti di situ, masa aksi kemudian membuat border dan langsung mendorong pintu pagar Pemkot Serang.
Aksi dorong-mendorong antara pihak kepolisian dan massa aksi berlangsung cukup alot, hingga pintu pagar jebol.
Dalam peristiwa tersebut, massa aksi sempat bersitegang dengan pihak kepolisian yang menjaga dari dalam.
Kemudian, massa aksi yang berhasil menjebol pintu pagar itu lantas langsung melakukan aksi pembakaran ban.
Suasana tegang menyelimuti aksi demontrasi itu, pasalnya massa aksi kembali bersitegang dengan pihak kepolisian.
Hal tersebut berawal dari massa aksi yang mencoba menerobos masuk, menuju ke depan gedung kantor Wali Kota Serang.
Sementara di sela-sela demontrasi, Erlan Priyadi selaku Koordinator Lapangan (Korlap) menyampaikan, kepemimpinan Wali Kota Serang dan Wakil Wali Kota Serang di 100 hari kerja sudah gagal.
“Kita menilai Wali Kota Serang dan wakilnya gagal di 100 hari kerja. Sejumlah program yang dijanjikan tidak menyentuh masyarakat secara maksimal,” ujar Erlan.
Oleh sebab itu, pihaknya hari ini hadir berunjuk rasa untuk menyuarakan aspirasi kepada Wali Kota Serang.
Menurut Erlan, Wali Kota Serang dengan program 100 hari kerjanya, penuh dengan gimik dan formalitas.
“100 hari kerjanya penuh gimik,” tukasnya.
Dia juga memahami jika 100 hari merupakan waktu yang singkat, untuk merealisasikan program kerja.
Di sisi lain, lanjut Erlan, 100 hari seharusnya bisa dimaksimalkan oleh Wali Kota Serang, untuk merealisasikan program kerja.
“Kita tahu 100 hari bukan waktu panjang, tapi seharusnya itu bisa dimaksimalkan,” tandasnya.
Erlan berharap Wali Kota Serang dapat turun untuk menemui massa aksi. Namun hingga berita ini tayang, Wali Kota Serang belum kunjung menemui massa aksi. (Roy)





