Shell Indonesia per hari ini, Selasa, 1 Maret 2022 secara resmi menaikkan harga beberapa jenis produk Bahan Bakar Minyak (BBM), antara lain untuk jenis Shell V-Power (bensin RON 95), Shell V-Power Diesel dan Shell V-Power Nitro+ (bensin RON 98).
Tak tanggung-tanggung, besaran kenaikan harga BBM Shell per 1 Maret ini di kisaran Rp 480 – Rp 1.240 per liter, dibandingkan harga per 1 Februari 2022.
Namun demikian, untuk jenis Shell Super (bensin RON 92) atau setara Pertamax tidak mengalami kenaikan harga per 1 Maret 2022 ini. Harga Shell Super dipertahankan pada harga Rp 12.990 per liter, sama seperti Februari 2022.
Terkait kenaikan harga BBM ini, Shell Indonesia pun buka suara. VP Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea menjelaskan, kenaikan harga BBM per 1 Maret 2022 ini dengan mempertimbangkan harga minyak dunia dan Means of Platts Singapore (MOPS), kinerja perusahaan, dan tetap berlandaskan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia terkait harga jual eceran BBM.
“Shell melakukan penyesuaian terhadap harga BBM di SPBU kami dari waktu ke waktu dengan memperhatikan kondisi pasar yang mencakup harga minyak dunia dan MOPS, kinerja perusahaan, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan mengenai harga jual eceran BBM,” jelasnya seperti dikutip, Selasa (01/03/2022).
Pesan Jokowi
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan untuk lebih hati-hati dalam mencermati situasi saat ini khususnya berkenaan dengan tren harga minyak dunia yang tengah mengalami guncangan atas perang Rusia dan Ukraina.
Sampai pada Selasa (1/3/2022) pukul 8.15 WIB, harga minyak jenis Brent yang menjadi acuan harga seluruh dunia masih di level US$ 100,99 per barel. Bahkan, harga Brent sempat menyentuh level tertinggi pada Kamis (24/2/2022) US$ 105 per barel.
Jokowi menyatakan bahwa sebelum perang antara Rusia dan Ukraina terjadi, harganya minyak dunia sudah mengalami kenaikan karena kelangkaan pasokan. “Sekarang harga per barrel sudah di atas US$ 100 per barel yang sebelumnya hanya US$ 50-60 per barel, semua negara yang namanya harga BBM naik semua, LPG naik semuanya, hati-hati dengan ini, hati2 dengan ini, kenaikan kenaikan kenaikan, karena semuanya bisa naik, ini yang terjadi,” terang Jokowi.
Pada intinya, Jokowi meminta semua jajarannya berhati-hati dalam menaikan harga BBM maupun LPG, karena bisa berimbas pada kenaikan disektor lainnya. Seperti misalnya, kata Jokowi, kenaikan harga produsen pabrik yang bisa naik karena harga bahan bakunya naik.
“Beli bahan baku harga naik, beli BBM harganya naik, artinya apa? ongkos produksi naik, terus harga di pabriknya menjadi jauh lebih tinggi, terus dikirim ke pasar berarti harga konsumennya juga nanti akan naik, ini efek berantainya seperti ini. Supaya kita ngerti betapa ketidakpastian menimbulkan tantangan-tantangan yang tidak mudah,” tandas Jokowi.[]





