Gigi Runcing, Simbol Kecantikan Suku Mentawai

Definisi cantik bisa berbeda-beda. Jika di Afrika Barat, wanita dengan gusi hitam dibilang cantik. Gigi runcing menjadi simbol kecantikan di beberapa suku di Indonesia. Sebut saja suku Mentawai di Sumatera.

Suku pedalaman ini menghuni empat pulau besar di Sumatera, yakni Siberut, Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sipora. Mereka umumnya tinggal di kampung-kampung yang berlokasi di dekat pinggiran sungai atau pantai. Selain seni merajah tubuh (biasa disebut titi), suku Mentawai gemar melakukan praktik meruncingkan gigi untuk memperindah penampilan, khususnya bagi istri kepala desa.

Sebagai istri dari orang terkuat di kampung, istri kepala desa diwajibkan untuk melakukan prosedur ini. Disamping untuk mempercantik diri, tradisi meruncingkan gigi dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan antara tubuh dan jiwa.

“Saya meminta istri saya untuk melakukannya dan saya yakin dia akan terlihat lebih cantik,” kata salah satu kepala desa Mentawai dalam dokumentasi National Geographic.

Pilongi, istri dari kepala desa, awalnya menghindari ritual meruncingkan gigi. Namun, demi menyenangkan suaminya, ia pun kemudian melakukannya. Tentu ada perasaan gugup sewaktu menjalani ritual tersebut. Setelah melihat hasilnya, Pilongi merasa puas dan serta-merta melupakan rasa sakit yang barusan dirasakannya.

Namun, seperti halnya tradisi unik lain di dunia, ritual menato dan meruncingkan gigi kini mulai ditinggalkan oleh warga Mentawai. Pengaruh dunia luar menjadi alasan utama terkikisnya budaya leluhur Mentawai. Sebelum punah, marilah kita lestarikan warisan leluhur bangsa ini.[]

Sumber: merdeka.com

(Visited 10 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.