Film Sultan Agung, Ajarkan Nilai Perjuangan Bagi Generasi Muda

Mooryati Soedibyo Cinema resmi meluncurkan poster dan trailer film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta. Film ini terinspirasi dari perjuangan pahlawan nasional Sultan Agung pada abad ke-16.

Pendiri Mooryati Soedibyo Cinema, Mooryati Soedibyo mengatakan melalui film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta, ingin membawa pesan amanah para pahlawan nasional Indonesia, untuk mewariskan sejarah dan kekayaan warisan budaya bangsa kepada generasi masa kini.

“Film ini bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan mengenai nilai-nilai perjuangan yang tertuang dalam kisah kehidupan Sultan Agung,” ungkap Mooryati yang juga Pendiri Mustika Ratu Group serta pendiri Yayasan Putri Indonesia dalam rilis yang diterima Bisnis, Sabtu (4/8/2018).

Film ini turut didukung sejumlah aktor ternama, antara lain Ario Bayu, Anindya Kusuma Putri (Putri Indonesia 2015 dan Best 15 Miss Universe 2015), Adinia Wirasti, Marthino Lio, dan Putri Marino. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop terkemuka di Indonesia pada tanggal 23 Agustus 2018.

Kisah menceritakan setelah ayahnya, Panembahan Hanyokrowati meninggal, Raden Mas Rangsang yang masih remaja menggantikannya dan diberi gelar Sultan Agung Hanyakrakusuma. Ini adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mudah. Sultan Agung harus menyatukan adipati-adipati di tanah Jawa yang tercerai berai oleh politik VOC yang dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen, di bawah panji Mataram.

Di sisi lain, ia harus mengorbankan pula cinta sejatinya kepada Lembayung dengan menikahi perempuan ningrat yang bukan pilihannya. Kemarahan Sultan Agung kepada VOC memuncak ketika ia mengetahui bahwa VOC tidak memenuhi perjanjian dagang dengan Mataram dengan membangun kantor dagang di Batavia.

Ia pun mengibarkan Perang Batavia sampai meninggalnya JP Coen dan runtuhnya benteng VOC. Selama perjuangan ini, Sultan Agung juga harus menghadapi berbagai pengkhianatan yang terjadi padanya.

Di akhir kehidupannya, Sultan Agung menghidupkan kembali padepokan tempatnya belajar, dan melestarikan tradisi dan karya-karya budaya Mataram yang bernilai sangat tinggi.

Hibah Bangunan Set Film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta

Proses pembuatan film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta berlangsung sejak Oktober 2016 sampai saat ini. Syuting dilakukan di bangunan set film Sultan Agung, yang terletak di lahan seluas 2 hektar di Desa Gamplong, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ibu Mooryati Soedibyo, di usianya yang ke-90 tahun telah menghibahkan bangunan set film Sultan Agung yang berlokasi di Desa Gamplong, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kepada masyarakat Indonesia, pada tanggal 15 Juli 2018, dalam acara yang turut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. H. Joko Widodo.

Prakarsa tersebut merupakan upaya Ibu Mooryati Soedibyo untuk menyampaikan amanah pahlawan-pahlawan nasional kepada masyarakat Indonesia serta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Gamplong.

Bangunan set yang terdiri dari Pendopo Keraton Mataram, Songgo Mataram, Benteng VOC, Jembatan Ungkit, Kampung Mataram, dan Kampung Pecinan tersebut mulai dibangun pada tahun 2017, dan selama ini telah menjadi lokasi pengambilan gambar untuk film sejarah Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta. Bangunan tersebut berdiri di atas lahan desa milik pemerintah Desa Sumber Rahayu, yang memberikan izin (ipt/ipl) lahan tersebut kepada pengelola selama 20 tahun.

Sumber : lifestyle.bisnis.com

(Visited 48 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.