BerandaBERITADindikbud Kota Serang Ungkap Faktor Utama Penyebab Anak Putus Sekolah

Dindikbud Kota Serang Ungkap Faktor Utama Penyebab Anak Putus Sekolah

SERANG, Sultantv.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang telah mengidentifikasi tiga faktor utama yang menjadi penyebab tingginya angka putus sekolah di wilayah Kota Serang.

Ketiga faktor tersebut meliputi kondisi ekonomi keluarga, praktik perundungan (bullying), serta minimnya pemahaman orang tua terhadap pentingnya pendidikan.

Informasi ini diungkapkan oleh Kepala Dindikbud Kota Serang, Tb. Suherman saat ditemui awak media di Gedung Puspemkot Serang, Rabu, 13 Agustus 2025.

Menurutnya, berdasarkan data yang dihimpun Dindikbud Kota Serang, tercatat ada 153 anak yang sempat mengalami putus sekolah.

Namun, seluruhnya telah dikembalikan ke jalur pendidikan, baik melalui sistem formal maupun nonformal.

“Satu karena faktor kemiskinan, karena kemiskinan orang tuanya tidak bisa memberi jajan. Kedua faktor dibully oleh teman-temannya karena miskin tadi, yang lain pada jajan, ini enggak jajan, kan diolok-olok sama teman-temannya dibully. Ketiga faktor karena orang tua siswanya tidak mengerti tentang pendidikan, masih usia remaja suruh bekerja,” ungkap Suherman.

Menanggapi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Serang menjalin kerja sama dengan Bank Jabar Banten (BJB) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dalam rangka menekan angka putus sekolah.

Adapun bantuan yang diberikan dalam bentuk tabungan dan perlengkapan sekolah.

“Ketika mereka putus sekolahnya karena tidak punya uang jajan, kita usahakan melalui BJB dikasih dana tabungan Rp 500 ribu per siswa per bulan dari BJB, yang tidak punya seragam sekolah dikasih dari Baznas,” ucap Suherman.

Untuk pengadaan seragam sekolah, Pemkot Serang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 16 miliar.

Sementara itu, bantuan uang saku disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BJB dan Bank Banten.

Melalui program ini, para siswa yang sebelumnya putus sekolah kini kembali melanjutkan pendidikan. Termasuk mengikuti program Paket C yang pembiayaannya ditanggung Pemerintah Provinsi Banten.

“Kalau paket B dan paket A, tanggung jawab kami Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang,” ujarnya.

Agar penyaluran bantuan tepat sasaran, Dindikbud akan mengacu pada data dari Dinas Sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH).

“Sasaran yang tepat itu tentu melaporkan kepada kami, setelah diverifikasi datanya ke sekolah, baru kita ajukan ke pak Wali Kota supaya menghindari sasaran yang tidak tepat,” pungkas Suherman. (Roy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular