BerandaBERITACegah Hoax di Pemilu 2024, KPU Beri Pendidikan Politik Kepada Masyarakat

Cegah Hoax di Pemilu 2024, KPU Beri Pendidikan Politik Kepada Masyarakat

SERANG – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra mengatakan tebaran berita bohong atau hoaks yang terjadi selama tahapan pemilu 2019 pasti dijadikan pelajaran bagi KPU.

Bagaimana tidak, kata Ilham, selama pemilu 2019 KPU kerap diserang dengan berita – berita atau informasi yang tidak masuk akal. Informasi tersebut bertujuan untuk mendiskreditkan KPU sebagai penyelenggara pemilu.

Hoaks tersebut antara lain menyebut adanya beberapa kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos, hingga server KPU yang disebut berlokasi di Singapura.

“Pengalaman 2019 saya kira sangat penting untuk kita pelajari, karena hoaks pada penyelenggara pemilu itu luar biasa. Banyak lagi berita tidak masuk akal yang mencoba mendiskreditkan penyelenggara pemilu,” ungkap Ilham dalam Bincang Hari Ini di SultanTV, Selasa (8/2/2022).

Ilham mengatakan, serangan hoaks tersebut berbahaya karena dapat membuat penyelenggara pemilu tak lagi dipercaya oleh masyarakat. Jika dibiarkan, hal ini bisa berimbas pada pengembangan dmeokrasi dan penyelenggaraan pemilu itu sendiri.

Sehingga kata Ilham, transparansi KPU sangat penting untuk menghindari serangan – serangan hoaks di pemilu 2024. “Tentu ini berbahaya sekali ketika penyelenggara pemilu tidak dipercaya lagi oleh masyarakat, tentu berbahaya bagi pengembangan demokrasi dan penyelenggaraan pemilu itu sendiri,” ucap dia.

“Tanyakanlah kepada sumber informasinya, jika masalah pemilu tanyakanlah kepada KPU atau bisa di cek melalui website kami,” tambahnya.

Untuk mencegah serangan hoax pada pemilu 2024, Ilham mengatakan, pihaknya telah melakukan pendidikan politik kepada masyarakat melalui program bernama desa peduli pemilihan dan pemilu.

“Banyak kecurigaan-kecurigaan yang muncul karena banyak yang tidak paham tahapan penyelengaraan pemilu. Program ini kita manfaatkan untuk memberi pendidikan kepada masyarakat terkait proses dan tata cara pemilu maupun kinerja KPU,” tuturnya.

Ia pun menekankan perlunya peran aktif bersama dalam menghadang berita bohong atau hoax. “Untuk memberantas hoax perlu kerjasama dari  seluruh elemen masyarakat. Karena hoax ini sangat berbahaya terhadap kerukunan yang sudah kita bangun sejak jauh hari,” tutupnya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular