BerandaBERITABPBD Banten dan Polda Banten Bersinergi Menghadapi El Nino

BPBD Banten dan Polda Banten Bersinergi Menghadapi El Nino

SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepolisian Daerah (Polda) Banten telah mengambil langkah konkret dalam penanggulangan kekurangan air bersih yang terjadi di sejumlah daerah di Banten.

Hal ini dilakukan menyusul informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena El Nino yang sedang berlangsung.

Saat ini, Provinsi Banten telah memasuki masa El Nino, yang berdampak pada kekurangan air bersih, terutama di beberapa tempat di pesisir dan kecamatan Kasemen di Kota Serang.

Kalaksa BPBD Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan untuk mengatasi hal ini, BPBD Banten dan Polda Banten telah melakukan apel gelar pasukan dan melanjutkannya dengan distribusi air bersih ke beberapa lokasi di Kabupaten Lebak.

Beberapa lokasi yang mendapatkan distribusi air bersih antara lain Kecamatan Warunggunung, Kecamatan Cibadak, dan jika memungkinkan, Kecamatan Sajira.

“Distribusi air bersih ke beberapa lokasi di kabupaten Lebak diantaranya Kecamatan Warunggunung, Kecamatan Cibadak dan kalau dimungkinkan Kecamatan Sajira kita lakukan terus BPBD Kota se-Provinsi Banten,” katanya, Kamis (10/8).

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Kota Kabupaten se-Provinsi Banten untuk memberikan dukungan dan menangani kekurangan sarana dan prasarana yang ada di kabupaten dan kota terdampak.

“Agar kami bisa mensupport atau menanggulangi kekurangan dari sarana dan prasarana yang ada di Kabupaten Kota,” katanya.

Dalam penanganan krisis air bersih ini, Pemprov Banten bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Polda Banten, dan BPBD. Total tujuh mobil telah dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih ke Kabupaten Lebak.

“Saat ini yang dikerahkan itu dari kementerian PUPR ada dari Polda timobda dan juga dari BPBD kurang lebih ada tujuh mobil yah yang kita kerahkan hari ini ke kab Lebak,” katanya.

Meskipun belum terjadi krisis air bersih secara umum di seluruh wilayah Banten, namun pihaknya tetap memantau perkembangan informasi dan menerima laporan dari masyarakat terkait daerah-daerah yang kemungkinan juga mengalami krisis air bersih.

“Kalo status Krisis air bersih belum secara umum belum yah itu hanya spot-spot di beberapa titik yang mengalami Air bersih atau air minum terutama kalau untuk daerah lain kita lihat perkembangan informasi kita selalu buka,” katanya.

“Dari masyarakat dari rekan-rekan untuk tempat-tempat yang dimungkinkan juga mengalami Krisis air bersih,” sambungnya.

Dalam hal penanganan kekeringan atau kekurangan air bersih, ia menekankan pentingnya koordinasi dengan BPBD setempat. Meskipun penanganannya tidak harus dilakukan secara resmi melalui surat menyurat.

Namun dapat dilakukan melalui saluran komunikasi seperti WhatsApp atau telepon, serta melalui media lainnya sesuai dengan fungsi dan keterampilan yang dimiliki oleh masing-masing pihak.

“Saya kira harus fleksibel artinya tidak surat menyurat secara resmi sampaikan saja melalui WhatsApp atau telpon atau apapun saluran-saluran media yang termasuk juga fungsi-fungsi temen-teman,” ujarnya. [Fik]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular