BerandaBERITABOPPJ Kaji Pengamanan Pantai Utara Kota Serang, Kawasan Sawah Luhur Berpotensi Jadi...

BOPPJ Kaji Pengamanan Pantai Utara Kota Serang, Kawasan Sawah Luhur Berpotensi Jadi Pusat Ekonomi Baru


‎SERANG, Sultantv.co – Badan Otoritas Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik vital di Kota Serang, meliputi kawasan Pantai Gope dan Kawasan Industri Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen.

Visitasi ini merupakan tindak lanjut pertemuan Walikota Serang Budi Rustandi dengan pihak BOPPJ serta rapat koordinasi tingkat nasional yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harjito, guna menyusun perencanaan pembangunan tanggul laut di sepanjang pesisir utara Jawa.

‎Wakil Kepala BOPPJ, Suhajar Diantoro, yang memimpin rombongan turun langsung ke lapangan didampingi Deputi Bidang Pengelolaan Wilayah I serta Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas ancaman kerusakan lingkungan yang melanda hampir seluruh wilayah utara Jawa.

Berbagai daerah seperti Sayung dan Semarang di Jawa Tengah mengalami penurunan permukaan tanah yang sangat cepat, diperparah oleh kenaikan permukaan air laut yang memicu banjir rob.

Meski demikian, Suhajar menyebut kondisi eksisting di Kota Serang dinilai masih jauh lebih baik dan belum separah yang dialami wilayah lain.

‎”Kita ketahui bersama bahwa Pantai Utara Jawa ini kondisinya bervariasi. Di Jawa Tengah ada penurunan lingkungan yang luar biasa, tanah menurun cepat ditambah naiknya permukaan laut. Beruntungnya, kondisi eksisting di Kota Serang hari ini belum separah tempat-tempat tersebut,” ungkap Suhajar usai meninjau lokasi, Jumat, 22 Mei 2026.

‎Dalam perencanaan induk pengamanan pantai sepanjang kurang lebih 575 kilometer, BOPPJ menetapkan tiga pendekatan strategis yang disesuaikan dengan karakteristik setiap lokasi. Pertama, pembangunan tanggul laut permanen di wilayah yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilindungi dengan cara lain.

Kedua, peningkatan kualitas hutan bakau atau mangrove di wilayah yang masih memiliki vegetasi baik agar berfungsi maksimal menahan abrasi. Ketiga, pembangunan tanggul tipe ringan atau tanggul paten di wilayah teluk atau kawasan yang terpaan gelombangnya tidak terlalu keras.

‎Khusus di wilayah Kota Serang, fokus kajian tertuju pada Kecamatan Kasemen yang dalam rencana tata ruang daerah telah ditetapkan sebagai kawasan industri dan saat ini pembangunannya sudah berjalan.

Berdasarkan tinjauan langsung, tata letak wilayah ini sangat ideal, di mana terdapat pulau alami berjarak sekitar satu kilometer dari bibir pantai, disusul jalur hijau hutan bakau, dan di belakangnya berada kawasan industri Sawah Luhur.

‎”Kita menyaksikan di Kasemen, wilayah utara Kota Serang ini rencananya menjadi kawasan industri dan sudah berjalan. Ada Pulau Satu berjarak satu kilometer lebih, kemudian ada mangrove sebagai penyangga, baru kawasan industri di belakangnya. Kami bawa jajaran Deputi untuk lihat kondisi nyata, agar dalam rancang bangun nanti mangrove yang bagus ini pasti dipertahankan,” jelasnya.

‎Suhajar menambahkan, pihaknya akan mendukung penuh pengembangan kawasan ini yang telah digerakkan oleh pemerintah daerah bersama sektor swasta. Dukungan tersebut berupa kemudahan regulasi dan fasilitasi status kawasan, termasuk opsi pengusulan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

BOPPJ akan memfasilitasi diskusi dan koordinasi intensif dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

‎”Kami akan bantu diskusikan dengan kementerian terkait. Posisi kami di sini adalah memastikan pengamanan sisi luarnya disesuaikan dengan kondisi alam hari ini, agar kawasan di dalamnya aman untuk dikembangkan,” tambahnya.

‎Ditinjau dari sisi ekonomi, keberadaan Kawasan Industri Sawah Luhur dinilai sangat strategis dan berpotensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah yang menitikberatkan pada pemerataan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Mengingat data menunjukkan jumlah pencari kerja di Kota Serang saat ini mencapai lebih dari 10.000 orang, kehadiran industri yang bersifat padat karya diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran secara signifikan.

‎”Majunya daerah itu ditandai pertumbuhan ekonomi, baru diikuti kebijakan pemerataan. Walikota Serang mengembangkan industri kombinasi, ada yang padat karya. Ini akan menyerap banyak tenaga kerja. Jadi persoalan menyediakan ruang kerja bagi rakyat semakin teratasi dan ekonomi daerah semakin bergerak,” tandasnya. (Red/ RG)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular