BerandaBERITABenarkah Turun Berok Bisa Bikin Pria Tidak Subur?

Benarkah Turun Berok Bisa Bikin Pria Tidak Subur?

Turun berok atau disebut hernia adalah istilah umum untuk kondisi organ yang keluar dari tempat yang semestinya.

Umumnya, hernia inguinalis adalah jenis yang paling sering terjadi. Hernia inguinalis dapat dialami oleh pria maupun wanita pada segala usia, termasuk anak kecil.

Pada hernia inguinalis, usus turun ke luar dinding perut sehingga menimbulkan benjolan dekat lipatan paha.

Turun berok sendiri sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan kesuburan pria. Hal ini karena bagian yang bermasalah adalah usus dan dinding perut.

Meski begitu, keluarnya usus lewat kanal inguinalis (saluran testis) untuk masuk ke skrotum juga bisa menghambat aliran darah ke testis (buah zakar).

Kondisi inilah yang dapat memengaruhi sirkulasi darah dan akhirnya mengganggu proses produksi sperma.

Lebih jauh lagi, tindakan operasi hernia inguinalis memiliki risiko terhadap timbulnya masalah kesuburan pria meskipun rata-rata hanya bersifat sementara.

Beberapa studi juga telah menguji hubungan antara operasi turun berok dan kesuburan pria.

Sebuah penelitian dalam Journal of Hernias and Abdominal Wall Surgery (2017) menyimpulkan bahwa sebagian kecil pasien mungkin mengalami masalah kesuburan pascaoperasi untuk perbaikan hernia inguinalis.

Penggunaan bahan jaring (mesh) pada operasi hernia, baik dengan teknik bedah terbuka maupun laparoskopi, berisiko memicu azoospermia atau air mani tidak mengandung sel sperma.

Di samping itu, risiko turun berok dan kesuburan juga dipengaruhi oleh hal-hal berikut ini.

1. Sirkulasi darah ke testis terhambat

Tindakan operasi hernia juga dapat mengganggu aliran darah ke testis. Hal ini menyebabkan darah tidak bisa mencapai ke bagian penghasil sperma tersebut.

Namun, efek operasi hernia ini hanya bersifat sementara dan belum terbukti ada dampak jangka panjang yang menyebabkan ketidaksuburan pria.

2. Cedera pada vas deferens

Vas deferens merupakan sebuah saluran yang berfungsi menyalurkan sel sperma dari testis ke tempat keluarnya saat melakukan ejakulasi.

Operasi perbaikan hernia juga bisa menyebabkan cedera pada vas deferens. Efek operasi turun berok ini mengganggu proses keluarnya sperma sehingga memengaruhi kesuburan pria.

3. Antibodi antisperma

Terganggunya sirkulasi darah ke testis dapat menyebabkan kerusakan pada bagian tersebut sehingga mengaktivasi reaksi autoimun.

Reaksi tersebut memicu tubuh memproduksi antibodi, yaitu agen yang bertugas untuk menyerang zat asing yang dianggap berbahaya.

Karena keliru, antibodi ini justru menyerang sel-sel sperma karena dianggap sebagai objek asing yang berbahaya. Hal ini dikenal sebagai antibodi antisperma (ASA).

ASA akan meningkat secara signifikan pada periode awal setelah operasi dan berangsur normal kembali selama pemulihan.

Turun berok bisa memengaruhi kesuburan pria. Pasalnya, keluarnya usus dari dinding otot bisa menghambat aliran darah ke testis.

Oleh karena itu, pengobatan hernia penting pasien lakukan agar tidak mengurangi kemungkinan pria untuk memiliki anak.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular