Ayah, Buat Komunikasi dengan Anak Jadi Lebih Hangat

Tumbuh kembang anak secara psikologis, sosial dan kepribadian sangat dipengaruhi oleh pola asuh orangtuanya. Ingat, bukan hanya peran ibu yang begitu berpengaruh tapi juga ayah.

Biasanya, ayah cenderung bersifat kaku, keras dan tegas. Sikap ini untuk mengimbangi kelembutan dan kehangat ibu. Tak jarang, ayah juga sangat melindungi bahkan cenderung berlebihan atau overprotective.

Sikap yang kaku ini kerap membuat hubungan ayah dan anak menjadi dingin. Hanya bicara seperlunya atau ketika ada masalah. Hal ini menandakan komunikasi yang tak berjalan baik.

” Komunikasi yang baik antara anak dan orangtua harus dijalin sejak kecil. Supaya anak bisa berbicara secara asertif, bukalah kesempatan diskusi sejak kecil,” ujar Jane L. Pietra, Psikolog Klinis di Le Meridien, Jakarta Pusat, Senin 12 November 2018.

Sayangnya, komunikasi yang baik antara ayah dan anak maupun kesempatan diskusi terkadang tidak dipupuk sejak kecil. Akibatnya, anak tidak bisa mengungkapkan pendapat, minim komunikasi dengan orang tua, bahkan jadi pemberontak.

” Beberapa akan memilih diam dan curhat ke temannya. Yang lebih parah kalau jadi rebel,” ungkap Jane.

Sebenarnya, hal ini masih bisa diperbaiki dengan memupuk kembali komunikasi antara ayah dan anak sehingga diskusi terasa lebih nyaman. Cobalah untuk meminta pendapat anak dan mendengarkannya.

” Biasanya, kita gunakan kata ajaib, ‘maaf’, ‘terima kasih’ dan ‘tolong’. Kalau belum terbiasa, gunakan eye message seperti ‘saya merasa marah terlalu dilarang, saya harap lain kali diperbolehkan’,” katanya. []

 

Sumber: parenting.dream.co.id

(Visited 16 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.