SERANG, Sultantv.co – Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Serang tahun 2026 telah sukses diselenggarakan di Hotel Marbella Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Rabu, 29 April 2026.
Kompetisi yang diikuti oleh perwakilan dari berbagai wilayah ini kembali menunjukkan tren yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana dua kecamatan besar kembali menorehkan prestasi tertinggi dan mempertahankan dominasinya.
Berdasarkan hasil penilaian resmi, Kecamatan Cikande berhasil menyabet gelar juara umum untuk kategori olahraga atau O2SN.
Kecamatan ini mengumpulkan raihan medali yang mengesankan, yakni 11 medali emas, 4 medali perak, dan 2 medali perunggu.
Sementara itu, di bidang seni dan sastra atau FLS3N, Kecamatan Kramatwatu sukses mempertahankan posisi teratas sebagai juara umum setelah memenangkan 7 mata lomba yang diperlombakan.
Menariknya, prestasi ini bukanlah yang pertama kalinya diraih oleh kedua wilayah tersebut. Catatan menunjukkan bahwa Cikande dan Kramatwatu secara konsisten menduduki peringkat teratas dalam ajang yang sama bahkan hingga empat tahun berturut-turut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, menyampaikan bahwa kondisi ini menjadi catatan penting bagi pihaknya terkait upaya pemerataan pembinaan bakat di seluruh wilayah.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini adalah agar seluruh siswa di Kabupaten Serang memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya.
“Ke depannya, kami sangat berharap prestasi yang membanggakan ini tidak hanya diraih oleh beberapa wilayah saja, tetapi dapat menyebar ke seluruh kecamatan. Sehingga pembinaan dan hasilnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh siswa di daerah kami,” ujar Aber.
Aber mengakui bahwa hingga saat ini, capaian prestasi masih terpusat pada sejumlah wilayah tertentu, selain dua kecamatan tersebut juga termasuk Kecamatan Ciruas.
Untuk mengatasi hal ini, Dinas Pendidikan terus mendorong seluruh kepala sekolah dan pengawas pendidikan untuk melaksanakan program pembinaan yang berkelanjutan dan terstruktur.
Ia juga menekankan bahwa setiap siswa sebenarnya memiliki potensi yang setara, asalkan mendapatkan kesempatan dan proses pengembangan yang tepat.
Namun, Aber menyoroti adanya indikasi masalah dalam tahapan seleksi di tingkat kecamatan yang dinilai belum berjalan secara objektif.
“Kami mengingatkan agar proses pemilihan peserta dilakukan berdasarkan kemampuan dan prestasi yang nyata. Jangan sampai masih ditemukan praktik penunjukan sepihak atau ‘main tunjuk’ karena hal ini sangat merugikan anak-anak,” tegas dia.
“Bagi mereka, pengalaman berkompetisi dan menampilkan kemampuan adalah hal yang jauh lebih berharga daripada sekadar mengikuti ajang tanpa persiapan yang layak,” sambungnya.
Ia menambahkan bahwa ketersediaan dana pendukung melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) telah dipenuhi, sehingga tantangan yang ada saat ini lebih kepada bagaimana sumber daya tersebut dikelola dan dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah dan pengelola kegiatan di lapangan.
Sebagai langkah perbaikan ke depan, Aber menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh rangkaian kegiatan.
Evaluasi tersebut meliputi pemetaan potensi dan kendala di kecamatan yang belum mampu meraih prestasi, hingga penilaian terhadap kinerja tim penilai atau dewan juri.
“Bagi juri yang terbukti dalam penilaiannya tidak objektif atau tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan, kami pastikan tidak akan dilibatkan lagi dalam kegiatan serupa di masa mendatang,” jelasnya.
Sementara itu, bagi para peserta yang telah terpilih dan berhak mewakili kabupaten, persiapan khusus telah disusun. Mereka akan mendapatkan program pembinaan secara intensif, baik melalui pemusatan latihan maupun pendampingan langsung oleh tenaga ahli, guna mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Aber juga mengingatkan bahwa makna keikutsertaan dalam ajang ini tidak semata-mata untuk meraih gelar juara, melainkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki.
“Jika hanya berfokus pada gelar juara, bisa saja hasilnya tidak sesuai harapan. Namun jika setiap peserta mampu menampilkan performa terbaiknya, maka insya Allah hasil yang diraih pun akan menjadi yang terbaik pula,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang ditorehkan, para juara akan mendapatkan program pembinaan lanjutan serta beasiswa prestasi. Selanjutnya, Kabupaten Serang akan mengirimkan sebanyak 10 siswa terbaiknya untuk berlaga di tingkat provinsi pada bulan Oktober 2026 mendatang, dengan mengikuti cabang olahraga atletik, renang, bulu tangkis, pencak silat, dan senam. (Red/ RG)





