SERANG, Sultantv.co – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarsari 1, Cipocok Jaya, Kota Serang, menyiapkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu yang lebih praktis selama Ramadan 1447 Hijriah.
Paket makanan disalurkan ke sekolah pada pagi hari agar dapat dibawa pulang oleh siswa dan dikonsumsi saat berbuka.
Dapur MBG Banjarsari 1 merupakan dapur pertama yang beroperasi di Kota Serang dalam pelaksanaan program tersebut.
Operasional dapur dimulai sejak 17 Februari 2025 dan hingga kini melayani ribuan penerima manfaat dari sejumlah sekolah di wilayah Banjarsari dan sekitarnya.
Ketua Logistik SPPG Banjarsari 1, Wilnanda mengatakan, selama Ramadan, paket MBG berisi makanan yang mudah dibawa dan disimpan hingga waktu berbuka.
Beberapa menu yang disiapkan di antaranya ayam ungkep, tempe ungkep, roti abon, buah, susu, telur rebus, serta kurma.
”Menu tersebut dikemas dan dikirim ke sekolah menggunakan tas khusus atau tote bag untuk memudahkan distribusi dan dibawa pulang oleh para siswa,” kata Nanda, kepada wartawan, Minggu, 8 Maret 2026.
Selain menu dari dapur, kata Nanda, sebagian roti dipasok dari pelaku UMKM di wilayah Baros yang telah menjadi mitra tetap dapur MBG Banjarsari 1.
“Rotinya dari UMKM di Baros dan sudah langganan sejak program ini berjalan,” ujarnya.
Tidak hanya roti dari UMKM, beberapa menu lain juga diproduksi langsung oleh tim dapur seperti ketan abon, kue gabin, serta berbagai jenis kue lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan menu harian.
Sementara bahan baku utama seperti ayam, daging sapi, dan kebutuhan pangan lainnya diperoleh dari pemasok Citra Pangan yang berkantor di kawasan Bumi Mutiara Serang (BMS). Pemesanan bahan dilakukan secara rutin sesuai kebutuhan produksi dapur.
”Menu MBG sendiri disusun dalam siklus enam hingga dua belas hari untuk menjaga keseimbangan gizi para siswa,” tuturnya.
Sebelum Ramadan, menu MBG disajikan dalam bentuk makanan siap santap lengkap. Beberapa contoh menu harian di antaranya nasi, ayam serundeng, capcay, tempe, dan buah.
Menu lain yang juga pernah disiapkan yakni nasi dengan tempe kecap, beef teriyaki, tumis sawi jagung, serta buah.
Selain produksi makanan, dapur MBG Banjarsari 1 juga mengelola sekitar tiga ribu wadah makan atau ompreng yang digunakan untuk distribusi pada hari biasa. Setelah makanan dikembalikan dari sekolah, wadah tersebut dibersihkan oleh tim khusus.
Nanda menegaskan bahwa proses pencucian dimulai dari membuang sisa makanan, dilanjutkan pencucian menggunakan air dan sabun, pembilasan, kemudian dikeringkan dengan mesin pengering.
“Kalau menu yang berminyak biasanya agak sulit dibersihkan. Makanya selain sabun cuci piring kami juga pakai abu gosok supaya minyaknya hilang,” terang dia.
Menurutnya, program MBG ikut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Permintaan bahan pangan meningkat, begitu juga produksi UMKM yang terlibat sebagai pemasok.
“Program ini banyak membantu masyarakat. Pedagang pasar, UMKM, sampai tenaga kerja di dapur juga ikut merasakan manfaatnya,” ungkap Nanda. (Red/ RG)





