Tinutuan, atau lebih dikenal sebagai Bubur Manado, adalah makanan khas dari Kota Manado, Sulawesi Utara. Makanan ini sangat populer sebagai menu sarapan karena mengenyangkan dan menyehatkan. Tinutuan tidak mengandung daging, menjadikannya ramah untuk vegetarian.
Kekuatan utama tinutuan ada pada kombinasi beras, ubi, labu kuning, dan sayur-sayuran hijau seperti bayam, kangkung, daun gedi (jika ada), serta jagung manis. Rasanya gurih dan segar, apalagi jika disantap dengan sambal roa dan perkedel nike (ikan kecil khas Danau Tondano). Di balik kesederhanaannya, tinutuan menyimpan nilai gizi tinggi dan cita rasa lokal yang otentik.
🍽️ Resep Tinutuan (Bubur Manado)
🧂 Bahan-Bahan:
Bahan Bubur:
- 150 gram beras
- 100 gram labu kuning, potong kecil
- 100 gram ubi jalar kuning/oranye, potong dadu
- 1 tongkol jagung manis, pipil
- 1 liter air (bisa ditambah jika terlalu kental)
- 1 batang serai (geprek)
- 2 lembar daun salam
- Garam secukupnya
Sayuran (tambahkan di akhir):
- 1 ikat bayam (petiki daunnya)
- 1 ikat kangkung
- 5 lembar daun kemangi
- (Opsional) daun gedi – jika tersedia
🌿 Pelengkap:
- Ikan asin goreng (bisa juga ikan cakalang suwir atau ikan roa asap)
- Sambal roa (atau sambal tomat jika tidak ada)
- Perkedel jagung atau perkedel nike
- Bawang goreng
🔥 Cara Membuat:
- Cuci beras, ubi, labu, dan jagung. Masukkan ke dalam panci bersama daun salam dan serai.
- Tambahkan air, masak dengan api sedang hingga semua bahan lunak dan mulai menjadi bubur.
- Aduk-aduk agar tidak gosong. Jika air menyusut tapi bubur belum matang sempurna, tambahkan air sedikit demi sedikit.
- Setelah teksturnya bubur dan labu serta ubi hancur, masukkan bayam, kangkung, dan daun kemangi.
- Aduk rata hingga sayuran layu dan matang. Tambahkan garam secukupnya.
- Koreksi rasa dan matikan api.




