BerandaBERITAPenataan Pasar Royal Kota Serang Telan Anggaran 10 Miliar, Kadinkopukmperindag: Lebih Bagus...

Penataan Pasar Royal Kota Serang Telan Anggaran 10 Miliar, Kadinkopukmperindag: Lebih Bagus dari Malioboro Jogja

SERANG, Sultantv.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana penataan ulang kawasan Pasar Royal, tepatnya di Jalan Tirtayasa. Tujuannya, menjadikan kawasan ini sebagai sentra ekonomi baru di wilayah Ibu Kota Provinsi Banten.

Penataan tahap awal pada pasar ini akan dimulai bulan September 2025, sementara tahap kedua diagendakan pada tahun 2026.

“Insya Allah September akan dibangun tahun ini juga oleh Pak Wali Kota, karena ini menjadi program prioritas Pak Wali Kota yang ingin menjadikan Kota Serang bagus,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Ia mengatakan, pembangunan Pasar Royal akan fokus pada penataan utilitas mulai dari penanaman kabel di bawah tanah, pedestrian (jalur pejalan kaki), dan perbaikan drainase.

Pemkot Serang menargetkan penataan Pasar Royal tahap pertama ini dapat segera rampung pada Desember 2025.

“Di sepanjang jalur Jalan Tirtayasa itu totalnya ada 54 pemilik toko, kanan kiri. Nah itu yang akan terdampak untuk pembaruan konsep di Pasar Royal,” ungkap Wahyu.

“Tahun depannya, karena di sini ada kampung-kampung seperti Kebon Sayur, Pegantungan, dan Mangga Dua, itu akan diperbaiki fasilitasnya untuk menunjang kampung-kampung tematik,” lanjutnya.

Kemudian, nasib para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan Pasar Royal akan direlokasi ke Pasar Kepandean pada 27 Agustus mendatang.

Wahyu menyebut, jumlah PKL di Pasar Royal ada sekitar 178 pedagang. Termasuk PKL yang berjualan di bahu Jalan Taman Sari, Jalan Judi, Jalan Diponegoro dan Jalan Pasar Lama.

“Mau tidak mau harus direlokasi. Kalau mau silahkan ambil kios di Pasar Kepandean, kalau tidak mau jangan berjualan di trotoar dan bahu jalan (Pasar Royal),” tegas Wahyu.

Sedangkan, anggaran yang dibutuhkan Pemkot Serang untuk menata ulang Pasar Royal sebesar Rp 10 miliar, dari APBD tahun 2025.

Sementara konsep dari pembangunan Pasar Royal, diyakini Wahyu akan lebih bagus dari Pasar Malioboro yang ada di Yogjakarta.

“Gak. Lebih bagus ini (konsep Pasar Royal). Referensinya tentu kota-kota yang sudah menata pedestrian dan tempat-tempat keramaian. Kita tiru tetapi kita upgrade lebih baik lagi,” katanya.

Adapun dukungan Pemkot yang diberikan kepada para pemilik kios di sepanjang Pasar Royal, dalam upaya mendukung pembangunan ini, antara lain mereka harus merubah tema atau konsep toko dari mulai warna cat, dan tampilan fasad bagian depan bagunan.

Kemudian, para pemilik toko juga disarankan untuk membuka bisnis baru seperti kafe, menjual makanan dan minuman, hingga fashion. Sehingga, anak-anak muda yang berkaktivitas di pasar tersebut diharapkan merasa nyaman.

“Nanti akan dibuatkan Perwalnya (Peraturan Wali Kota), mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan pemilik kios. Insya Allah nanti kita juga coba kerja sama dengan gojek supaya ada sepeda sepeda listrik, motor listrik yang ada di situ,” tutup Wahyu. (Roy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular