TANGSEL – Sebanyak 250 personel Kepolisian Resor Tangerang Selatan (Tangsel), dikerahkan untuk mengamankan 8 titik wilayah perbatasan dan 7 stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah tersebut. Hal ini menyusul adanya aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung DPR, Jakarta.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Sarly Sollu mengatakan, sebanyak 250 personel yang diterjunkan itu, bukan untuk mencegat atau menghalang – halangi aksi unjuk rasa mahasiswa.
“Bukan dicegat, hanya mengimbau saja agar tidak perlu ikut aksi di Jakarta. Kurang lebih 250 personil yang diturunkan,” kata Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu dikonfirmasi, Senin (11/4/2022).
Dia juga mengimbau, para mahasiswa yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Tangsel, agar tidak melakukan kagiatan yang bersifat anarkis yang dapat merugikan diri sendiri serta masyarakat.
“Kami berharap dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat terutama adik – adik mahasiswa dan anak – anak kami yang masih duduk dibangku SMP maupun SMA hendaknya hindari ikut – ikutan demo dengan cara turun ke Jalan dan arak-arakan, dikawatirkan ada pihak -pihak yang menunggangi dengan cara menyebarkan berita Hoax,” tutur Sarly.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran berpesan kepada personel yang akan mengawal aksi unjuk rasa mahasiswa untuk tidak bertindak represif.
Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan pada Apel Gelar Pasukan Pengaman Unjuk Rasa di Lapangan Silang Monas Jakpus, Senin (11/4/2022)
“Kita laksanakan pengamanan unjuk rasa ini dengan kedepankan sikap humanis dan persuasif,” kata Fadil.
Fadil menyampaikan, ciptakan aksi unjuk rasa yang saling menghargai.
“Mari kita jaga kesucian bulan ramadhan dengan bangun respect antara kita dengan pengunjuk rasa,” ujar dia.
Polisi sebelumnya tetap mempersiapkan penjagaan di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta. Meski, massa unjuk rasa telah mengubah titik kumpul massa dari Istana Negara menjadi Gedung DPR/MPR. []





