JAKARTA – Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Provinai Banten, Budi Darma Sumapraja mengatakan, akan ada 500 ribu keluarga yang akan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng, yang rencananya akan disalurkan pemerinta pusat bagi keluarga prasejahtera yang dimulai April 2022.
“Sasarannya adalah keluarga penerima program PKH dan BPNT. Nah untuk di Banten jumlahnya sekitar 500 ribu keluarga penerima,” kata dia, Sabtu (9/4/2022).
Menurut Budi, BLT Minyak Goreng tersebut akan diberikan selama tiga bulan mulai April 2022. Setiap bulannya keluarga akan menerima Rp100 ribu yang akan disalurkan sekaligus menjadi Rp300 ribu untuk tiga bulan melalui PT Pos.
“Penyalurannya mulai bulan April 2022 bersamaan dengan penyaluran program PKH,” kata Budi.
Dia menuturkan, bantuan BLT minyak goreng tersebut bertujuan untuk meringankan beban masyarakat serta mendukung daya beli masyarakat prasejahtera atas kenaikan harga pangan menjelang ramadhan dan lebaran.
Total secara nasional, lanjutnya ada 20 juta lebih keluarga yang menerima BLT ini.
“Sasaran penerima BLT minyak goreng secara nasional sebanyak 20,65 juta keluarga penerima manfaat,” kata Budi.
Menurut dia, bantuan BLT minyak goreng tersebut akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Masing-masing keluarga penerima akan mendapatkan BLT minyak goreng Rp100 ribu per bulan, yakni April, Mei dan Juni 2022.
“Pencairannya sekaligus tiga bulan yakni Rp300 ribu per KPM,” kata Budi.
Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng bukan untuk mengendalikan inflasi, melainkan merespon terhadap inflasi yang terjadi, supaya menjaga daya beli masyarakat terutama masyarakat yang miskin.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata. Sehingga dengan adanya program BLT minyak goreng ini, masyarakat bisa merespon secara layak terhadap kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng.
“Kita memerlukan program lain untuk mengendalikan inflasi itu sendiri,” kata Isa.
Dia menegaskan, Pemerintah tidak asal membuat program bantuan sosial untuk masyarakat. Meskipun program BLT minyak goreng ini berlangsung 3 bulan saja, tidak menutup kemungkinan program ini akan dilanjutkan. Namun, keputusan itu akan berlanjut setelah Pemerintah melakukan evaluasi.
“Kita mencoba merespon ini secara tepat bukan menyelenggarakan secara tidak terukur. Oleh karena itu, kita lihat saat ini memang tiga bulan April, Mei, Juni ini, kita lihat apakah kemudian nanti apakah sudah cukup merespon kenaikan harga-harga yang terjadi, dan kita akan mengevaluasi kembali,” katanya. []




