LEBAK – Peristiwa pergerakan tanah kembali terjadi di Kabupaten Lebak. Kali ini, menimpa warga di Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur.
Warga mengaku selalu merasakan adanya pergerakan tanah setiap malam. Menurutnya, tanah mulai bergerak sejak dua minggu lalu di wilayah Pakubumi, Kecamatan Cikulur, hingga bergerak perlahan dan menjalar ke perkampungan warga Kampung Cihuni.
“Iya suka kerasa kayak gempa gitu, getar. Iya kalau malam doang itu,” ujar Susilawati, salah seorang warga, pada Rabu (23/2/2022).
Akibat peristiwa pergerakan tanah, sebanyak 37 rumah di daerah tersebut rusak, empat di antaranya rusak berat dan satu rumah roboh.
Selain itu, sebanyak 40 KK memutuskan untuk tinggal di tenda pengungsian pada malam hari untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Tidak hanya berdampak pada rumah warga, peristiwa pergerakan tanah juga berdampak pada fasilitas umum dan mengakibatkan retaknya akses jalan di kampung yang berada di wilayah perbukitan itu.
Sebelumnya, peristiwa serupa juga sempat terjadi di Kampung Cikoba, Desa Cikotok, Kecamatan Cibeber, pada Selasa (30/11/2021).
Pergerakan tanah mengakibatkan sembilan rumah warga mengalami kerusakan sehingga 11 Kepala Keluarga atau 28 jiwa harus diungsikan sementara waktu.
“Mungkin karena struktur tanah dan batuannya labil, sehingga terjadi pergerakan tanah. Letak desa mereka memang berada di lereng perbukitan. Kemudian juga di sana eks tambang PT. Antam. Jadi kita tidak tahu di bawahnya seperti apa,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama.





