BerandaBERITAHadroh, Muharaman & Dzikir Mulud Didorong Jadi Aset Budaya Kota Cilegon

Hadroh, Muharaman & Dzikir Mulud Didorong Jadi Aset Budaya Kota Cilegon

CILEGON – Seni budaya Islam seperti Muharaman, dzikir mulud, dan Hadroh sudah identik denga. seni budaya Islam atau tradisi keislaman. Namun setiap daerah biasanya mempunyai perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Seperti Hadroh, ini sudah ada dimana-mana atau sudah nasional. Tapi karena Cilegon ingin mempunyai perbedaan sendiri,maka Cilegon harus menginisiasi apa yang membedakan dengan Hadroh lainnya. Begitupun dengan Dzikir Mulud dan Muharaman.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon Tini Suswatini mengatakan, pihaknya mendorong ketiga tradisi Islam tersebut selain untuk melestarikan juga agar Cilegon mempunyai tradisi Islam yang khas.

“Kalau Hadroh paling nanti yang membedakan ketukan pada alat musiknya. Kalau dzikir mulud, yang biasa digunakan di masyarakat memang berbeda dengan Kota Serang dan Kabupaten Serang,” katanya kepada Sultan TV di sela-sela kegiatan Saresehan Tradisi Islam di salah satu hotel di Kota Cilegon, Senin (8/11).

Namun kata Tini, khusus untuk tradisi Muharaman belakangan di Cilegon sudah mulai menghilang.

“Paling cuma diisi seremonial dan ceramah. Udah gitu aja. Makanya kita dorong Muharaman menjadi tradisi keislaman Cilegon. Melalui saresehan inilah semoga bisa didesain dan dikemas seperti apa,” ujarnya.

Sementara peneliti sejarah dan kebudayaan lokal Banten Ahyadi menuturkan, melalui saresehan ini, Kota Cilegon sedang mencari bentuk akan seperti apa baik Hadroh, dzikir mulud maupun tradisi Muharaman yang akan dikemas dan kemudian hari menjadi trademark tradisi Islam khas Cilegon.

“Sedangkan untuk kegiatannya dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari.. Karena nanti akan ada yang membahas Hadroh, dzikir mulud, dan Muharaman,” imbuh pengamat sejarah Banten dari Bantenologi ini.

Ahyadi berharap, apa yang didesain melalui saresehan tersebut,benar-benar bisa dijaga dan dilestarikan. (mam)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular