BerandaBERITATari Buyung Simbol Rasa Syukur yang Mendalam

Tari Buyung Simbol Rasa Syukur yang Mendalam

Kuningan merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Barat, kota yang terkenal dengan sebutan kota kuda ini memiliki kesenian tari yang unik, dikenal dengan nama Tari Buyung. Biasanya, tarian ini dipertunjukkan saat upacara Seren Tahun sebagai ungkapan rasa syukur setelah musim panen tiba.

Melansir dari wikipedia, upacara Seren ini sudah ada sejak Kerajaan Pajajaran, dan diawali untuk mengagungkan Nyi Pohaci Sanghyang Aci. Di masa ini hanya menjadi sebuah kepercayaan secara Animisme ataupun Dinanisme dalam memuja arwah dari nenek moyang dengan kekuatan alam yang disertai dengan ajaran Hindu maupun Buddha.

Tari Buyung menceritakan tentang bagaimana seorang wanita yang akan pergi ke sebuah sungai yang berada di Pancoran Ciereng dengan memakai buyung. Untuk buyungnya terbentuk dari gerabah yang membentuk gentong, dan kemudian akan dibakar dengan suhu yang mencapai 1000 derajat celcius. Dimana ini akan menghasilkan buyung terkuat.

Konsep tarian dari Cigugur, Kuningan tersebut, tidak terlepas dari makna yang terkandung di dalamnya, yakni manusia, tanah, dan air, karena di dalam hidup ini, air adalah sebagai sumber kehidupan.

Tarian ini menggambarkan kisah keseharian gadis desa yang mengambil air dan bercengkrama satu sama lain ketika di sungai atau kolam. Gerakan yang memikat, yakni saat penari berdiri di atas kendi. Tampak lemah lembut dan hal tersebut erat dengan perumpamaan “Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

Kini Tari Buyung menjadi ikon pada rangkaian Upacara Seren Taun di Cigugur, Kuningan. Upacara tersebut digelar selama tujuh hari berturut-turut.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular