Terlihat keluarga para tahanan mengunjungi Posko Lapas klas 1 Tangerang, untuk menengok dan memastikan keadaan dari Napi. Salah satunya, Mariah ibu salah satu napi.
Mariah mengatakan bahwa anaknya yang berinisial J tersebut di tahan di lapas tersebut dan dihukum selama 5 Tahun atas kasus Tembakau Gorila.
“Bulan depan harusnya bebas,” ujar Mariah di Lapas. Rabu, (8/9).
Sebelum mengetahui anaknya menjadi korbam atau tidak Mariah biasanya menghubungi teman dari anaknya namun tiba-tiba tidak ada kabar. Ia berharap, anaknya tidak menjadi korban kebakaran Lapas I Tangerang.
“Biasanya telepon ke temannya diangkat, tiba-tiba ini lost contact. Enggak ada kabar selamat atau enggak. Sama petugas lapas tunggu kabar. Harapannya, semoga enggak jadi korban,” kata Mariah.
Hal ini pula dirasakan oleh Haerudin sebagai orang tua dari narapidana Slamet Haryanto, mengatakan dirinya datang ke Lapas Tangerang untuk mengetahui kondisi anaknya.
“Ketika dengar informasi dari berita, saya langsung datang ke Lapas untuk memastikan kondisi anak saya. Petugas mengaku belum tahu data korban tapi saya masih berusaha cari informasi memastikan kondisi anak saya,” katanya.
Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang menyebabkan 41 orang tewas. Kebakaran terjadi di blok C2 yang merupakan sel untuk kasus narkotika. Napi kasus terorisme ikut menjadi korban dalam kebakaran lapas tersebut. (RT)





