Setelah ditetapkan sebagai cabang olahraga resmi di berbagai kompetisi seperti PON dan Sea Games, esport semakin memiliki peluang untuk digeluti. Paradigma bermain game online yang semula menjadi hobi yang dianggap membuang-buang waktu, saat ini bergeser menjadi sesuatu yang menghasilkan banyak keuntungan.
Rendi Aditya GP, Ketua Esport Indonesia Kabupaten Serang menjelaskan, sejak ESI dibentuk pada Januari tahun ini, banyak generasi muda yang tertarik bergabung menjadi atlet esport binaan.
“Untuk kegiatannya, menciptakan bibit-bibit atlet esport,” terang Rendi seusai menjadi narasumber program Bincang Hari Ini di Sultan Tv, Senin (21/12/2020).
Beragam game online dilatih dan dibina di ESI Kabupaten Serang. Sebut saja Taken 7, Mobile Legend, dan AOV. Rendi mengatakan, ini dilakukan untuk mencari bibit bibit-bagus dari Banten di bidang esport.
Mengenai prestasi, Rendi menjelaskan, mereka baru memulai. Apalagi mereka baru dilantik dua hari lalu, 19 Desember 2020 di kantor KONI. “Kami sudah mengirimkan atlet yang berjuang di tingkat propinsi. Kompetisinya Januari nanti,” imbuh Rendi.
Sebagai cabang olahraga yang diresmikan KONI dan Kemenpora, prospek esport ke depannya dianggap lebih menjanjikan. “Kelebihan kita di esport ini bisa mendapatkan uang lebih dari live steraming, sponsor juga lebih banyak,” tutur Rendi.
Saat ini Esport Indonesia (ESI) Kabupaten Serang langsung dibina KONI Daerah dengan dewan pembina Bupati Serang.
“Buat yg selalu tanya dan mau join di ESI Kabupaten Serang, kita membutuhkan atlet-atlet dari Kabupaten Serang. Apalagi 2022 nanti ada Porprov dan Pon. Jadi, bisa bersiap dari sekarang. Yang mau join, DM aja di instagram kami,” tukas Randi. (sultantv-01)





