BerandaBERITAHari Guru Nasional, Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar

Hari Guru Nasional, Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar

Tema peringatan hari guru nasional tahun ini yakni ‘Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar’. Tema ini mengandung makna mendalam, terlebih lagi menyoroti merdeka belajar.

Iip Rifai, M.Pdi,  guru SMKN 1 Kota Serang menjelaskan, merdeka belajar adalah slogan baru dari Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ini  dalam rangka mengakomodasi kebebasan guru. Sekolah pun diberikan keleuasaan.

Dalam hal ini ada empat poin yang ditegaskan Iip. Poin pertama yakni Ujian Sekolah Berstandar Nasional  (USBN) diganti asesmen, dalam hal ini kelulusan murid tidak ditentukan pemerintah, melainkan sekolah.

Poin kedua, mengganti Ujian Nasional (UN) di 2021 menjadi Asesmen Kompetensi Minumum (AKM) dan survei karakter siswa. “Ini artinya UN tidak lagi berdasar pada angka-angka melainkan berdasarkan literasi dan numerasi,” tukas Iip seusai menjadi narasumber pada program Bincang Hari Ini Sultan TV, Rabu (25/11/2020).

Poin ketiga, soal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang bisa jadi 20 halaman itu bisa diringkas menjadi satu halaman. “Jadi guru tidak disibukkan dengan hal-hal tidak penting, ngurus kertas RPP. Dan bisa fokus ke hal lain,” tambah Iip.  

Poin keempat, zonasi PPDB dimulai tahun depan lebih fleksibel.

Catatan penting pada hari guru nasional tahun ini, Iip berharap, pendidikan harus punya output akhlak pada para siswanya. Jadi tidak hanya mencetak orang pintar tapi menciptakan orang yang berbudi. Ini yang menurut Iip diperlukan orang Indonesia.

“Orang pintar itu banyak, orang berbudi pekerti harusnya jauh lebih banyak,” tukasnya.

Sementara, menurut Nina Lisnaningsih S.Pd, guru SMPN 7 Kota Serang, peran guru saat ini di era digital dan di era pandemi, sebagai mediator juga motivator.

“Untuk kondisi seperti ini guru bukan hanya mendidik siswa tapi juga memberikan motivasi dan aktif mengarahkan serta mengembangkan potensi anak,” kata Nina yang juga menjadi narasumber pada program Bincang Hari Ini Sultan TV, Rabu (25/11/2020).

Nina menjabarkan, mengutip pendapat Aulia Lukman Aziz, sampai kapanpun profesi guru tidak bisa digantikan dengan teknologi.

“Sepakat sekali. Setinggi apapun teknologi, tidak bisa menggantikan posisi guru. Guru lah yang melihat perkembangan siswa dalam kegiatan belajar mengajar,” tutur Nina.

Dukungan semua pihak, kata Nina, menjadi sangat penting pada masa pandemi. Pemerintah yang membantu dengan kuota belajar, membuat para siswa dan guru tetap semangat. Untuk para orangtua, lanjut Nina, tetap semangat di rumah membantu mengawasi anak-anak belajar, apapun kondisinya. (sultantv-01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular