SERANG — Sebanyak 3 peserta terbaik pelatihan barista berbasis kompetensi resmi menerima bantuan Gerobak Kopi Bahagia yang diserahkan langsung oleh Bupati Serang Ratu Racmhatuzakiyah.
Penyerahan bantuan Gerobak Kopi Bahagia dilakukan dalam acara Gebyar Produk Ekspor, Promosi Batik dan Kopi Unggulan, di Hotel Swissbelinn, Kecamatan Cikande, pada Selasa (3/11) kemarin.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinkoumperindag dengan Disnakertrans Kabupaten Serang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan desa wisata.
Kepala Bidang Latihan dan Produktivitas Disnakertrans Kabupaten Serang, Muhammad Furqon, menyampaikan bahwa pelatihan barista berlangsung selama 8 hari, mulai tanggal 15 hingga Oktober 2026, bertempat di Kafe Jelita.
“Pelatihan berbasis kompetensi ini diikuti 16 peserta. Ujian kompetensi dilaksanakan selama 2 hari, dan alhamdulillah seluruh peserta dinyatakan kompeten,” ungkap Furqon, kepada wartawan, Jumat, (6/11/2026).
Dari 16 peserta tersebut, kata dia, tiga orang yang meraih peringkat terbaik mendapatkan hadiah utama berupa Gerobak Kopi Bahagia lengkap dengan peralatan pendukungnya.
Sementara, dua gerobak lainnya diserahkan kepada peserta unggulan binaan Dinkoumperindag, sehingga total ada lima pelaku usaha yang mendapat dukungan fasilitas ini.
Ketiga penerima Gerobak Kopi Bahagia dari Disnakertrans berasal dari wilayah yang berbeda dan berfokus pada pengembangan desa wisata.
Antara lain warga Kecamatan Tanara, Kecamatan Bojonegara (Desa Margagiri), dan Kecamatan Anyer (Desa Tambang Ayam). Masing-masing satu orang.
“Kalau beli sendiri, gerobak ini kemungkinan harganya di atas Rp5 juta, bahkan bisa mencapai Rp10 juta lebih. Bahannya kokoh dan peralatannya juga lengkap,” jelas Furqon.
Furqon berharap keterampilan barista yang sudah dimiliki para peserta dapat terus diasah dan dikembangkan, dengan mengusung konsep tematik untuk desa wisata.
Sehingga, kedepannya tumbuh usaha perkopian baru yang bisa menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan mengurangi angka pengangguran di wilayah Kabupaten Serang.
Disnakertrans juga berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan bersama Dinas Pariwisata. Nanti akan dilakukan pemantauan berkala untuk memastikan usaha yang dijalankan benar-benar berjalan dan berkembang.
“Kita tidak ingin program ini berhenti saat pelatihan selesai. Ada monitoring rutin. Kita ingin memastikan keberlanjutannya; terlatih, berusaha, dan mandiri,” pungkas Furqon.
Dengan adanya dukungan keterampilan dan sarana, diharapkan kopi lokal Kabupaten Serang semakin dikenal, tidak hanya di kalangan wisatawan, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Serang maupun Provinsi Banten. (Red/ Roy)


