BerandaBERITASudan Dilanda Perang, Warga Banten Dievakuasi Secara Bertahap

Sudan Dilanda Perang, Warga Banten Dievakuasi Secara Bertahap

SERANG – Sebanyak 39 warga Banten yang berada di Sudan yang tengah dilanda perang saudara telah dijemput, Selasa (2/5). Hingga saat ini masih ada beberapa warga Banten yang masih menunggu evakuasi.

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan pihaknya sudah standby di Kantor Perhubungan dan ia juga telah menugaskan secara real time untuk melakukan penjemputan jika ada warga Banten yang pulang.

“39 orang ya, dan kita standby kantor penghubung dan saya tugaskan secara real time begitu ada saudara kita dibawa dari bandara karena beberapa diantaranya itu dari jeddah di bandara,” katanya di Pendopo Gubernur Banten, Selasa (2/5).

Kata dia, pihaknya tidak dapat melakukan penjemputan secara langsung karena warga Indonesia yang dievakuasi dari Sudan dipusatkan di Asrama Haji Pondok Gede.

“Kita tidak bisa langsung menjemput mereka karena dipusatkan di asrama haji pondok gede,” katanya.

Tidak dapat dilakukan penjemputan langsung dikarenakan warga yang dievakuasi dari Sudan akan didata terlebih dahulu.

“Karena disitu ada prosees asesmen, kemudian beberapa admistratif ya, yang dilakukan biasanya besoknya langsung kita jemput dan kita antar kerumahnya langsung,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya berkomunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait beberapa warga Banten masih berada di Sudan.

“Kalau saya dengar saya sudah berkomunikasi Kemendagri mungkin masih ada satu tahap lagi tetapi hitungannya tinggal beberapa orang jadi kita belum bisa memastikan by name by addresnya,” katanya.

“Karena kita terus berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri yang begitu ada data kita langsung respon dan kita jemput. Bahkan beberapa awal disini kita terima langsung disini. kita diskusi apa keluhan disana, sebagian besar mahasiswa,” sambungnya.

Ia juga mengatakan sudah berkomunikasi dengan rektor Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hassanudin (UIN SMH) Banten terkait konversi mashasiswa asal Banten yang kuliah di Sudan.

“Saya sudah berkomunikasi terutama dengan rektor UIN kalau berkenan untuk konversi pembelajaran atau pindah kesini,” ujarnya.

Akan tetapi, mahasiswa asal Banten yang kuliah di Sudan memilih untuk melakukan kuliah secara online.

“Tetapi saya lihat sebagian besar mereka bisa secara online pembelajarannya. jadi mereka kalau saya tanya masih akan meneruskan studinya dari jarak jauh,” ujarnya.

Ia juga mengatakan hingga saat ini sudah ada dua kloter warga Banten yang dievakuasi. Kata dia, untuk kloter ketiga jumlah warga Banten yang berada di Sudan sudah tidak banyak lagi.

“Sudah dua dateng, kloter ketiga tidak banyak dateng tapi semua data terhimpun atas nama negara jadi kita menunggu saja, begitu diberi tahu berapa jumlahnya kita siapkan berapa space kendaraan kita jemput ke Pondok Gede,” pungkasnya. [FIK]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular