BerandaBERITASPMB SMP Jalur Domisili di Kota Tangerang Berlangsung Kondusif, Wali Kota Pastikan...

SPMB SMP Jalur Domisili di Kota Tangerang Berlangsung Kondusif, Wali Kota Pastikan Proses Transparan

TANGERANG — Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP jalur domisili di Kota Tangerang berlangsung kondusif hingga hari kedua pelaksanaan. Tercatat lebih dari 12 ribu masyarakat mengakses sistem SPMB, dengan lonjakan tertinggi pada Senin pagi, 30 Juni 2025.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang menjamin bahwa dalam jalur domisili, calon siswa yang berdomisili paling dekat dengan sekolah menjadi prioritas utama dibanding nilai akademik.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, pada Selasa pagi (1/7/2025), meninjau langsung pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 1 Kota Tangerang, Jalan Daan Mogot. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Kepala Disdik Jamaluddin, Kepala Dinas Kominfo Mugiya Wardhany, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Boyke Urif Hermawan.

Sachrudin juga bernostalgia mengenang masa sekolahnya di SMPN 1 tersebut. Ia meninjau sejumlah area sekolah seperti ruang guru, kantin, hingga toilet. Ia bahkan menginstruksikan Dinas Pariwisata untuk memangkas ranting pohon yang menjulur ke atap gedung agar tidak membahayakan siswa.

“Pemerintah Kota Tangerang telah menyiapkan berbagai jalur pendaftaran—mulai dari domisili, afirmasi, prestasi, mutasi orang tua, hingga jalur disabilitas—untuk menjamin akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat,” ujar Sachrudin.

Ia menegaskan, pelaksanaan SPMB harus berjalan lancar, transparan, dan akuntabel. Sebagai bentuk pelayanan, Pemkot menyediakan kanal informasi resmi melalui website ppdb.tangerangkota.go.id, serta layanan WhatsApp dan helpdesk untuk memudahkan masyarakat.

Wali Kota juga mengimbau orang tua dan calon peserta didik agar mencermati tahapan, memilih jalur sesuai kriteria, serta memastikan dokumen lengkap dan benar. “Ikuti proses ini dengan teliti dan sabar, agar data yang diverifikasi benar-benar akurat dan tidak ada kendala,” pesannya.

Sebagai upaya pemerataan, Pemkot Tangerang juga menggandeng 135 sekolah swasta penyelenggara pendidikan gratis. Terdiri dari 65 SD dan 70 SMP swasta, sekolah-sekolah ini menjadi alternatif bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. “Mutunya pun terjamin dan mendukung semangat program Gampang Sekolah,” tegas Sachrudin.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Tangerang, Jamaluddin, menyampaikan bahwa jalur domisili berlangsung pada 30 Juni–1 Juli 2025. “Insya Allah malam ini pengumuman, dan besok, 2 Juli, mulai daftar ulang. Sampai hari ini, alhamdulillah berjalan lancar, tanpa kendala teknis. Terima kasih juga pada Kominfo yang telah menjaga sistem dari gangguan,” katanya.

Jamal menambahkan, jalur domisili menjadi kunci kelancaran SPMB karena paling banyak diminati masyarakat. “Kuota domisili adalah 45 persen dari total daya tampung. Dalam sistem ini, jarak domisili lebih diutamakan dibanding nilai,” jelasnya.

Untuk Tahun Ajaran 2025/2026, daya tampung SMP negeri di Kota Tangerang mencapai 11.006 siswa. Namun, Disdik juga telah menyiapkan 10.152 kuota di sekolah swasta gratis, sebagai cadangan jika siswa tidak tertampung di sekolah negeri.

Kabar baik lainnya, pada anggaran perubahan mendatang, Pemkot akan menambah alokasi untuk 2.000 siswa penerima pendidikan gratis, dengan peningkatan bantuan dari Rp2 juta menjadi Rp2,2 juta per siswa per tahun mulai 2026.

Setelah jalur domisili, SPMB akan dilanjutkan dengan jalur prestasi akademik dan non-akademik, serta jalur mutasi/perpindahan orang tua. Untuk jalur prestasi non-akademik, peserta wajib melampirkan sertifikat asli.

Disdik juga akan membuka tahap kedua jika masih ada sisa kuota. “Misalnya, di SMP Negeri 1 ada 10 siswa yang tidak daftar ulang, maka 10 kursi itu akan dibuka kembali pada tahap kedua, dengan proses serupa,” tutup Jamal.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular