Sering Mentok Saat Menulis, Yuk Simak 8 Tips Menulis Karya Fiksi Dengan Mudah

Semua orang pada dasarnya bisa menulis. Tapi tidak semua orang dapat menuangkan gagasannya dan kreatifitasnya dengan baik lewat tulisan, meskipun kaya akan ide. Karenanya, perlu beberapa teknik bagaimana menulis yang baik dan benar. Karya tulis dilihat dari jenisnya, terbagi menjadi dua, yaitu fiksi dan non fiksi. Beberapa orang hanya menyukai karya tulis fiksi misalnya: cerpen, puisi dan lainnya. Meski demikian, tingkat kesulitannya hampir sama dan tidak bisa dianggap remeh. Nah, untuk memudahkan para penulis pemula, ada delapan tips mudah menulis karya fiksi.

Kuatkan tekad

Bicara soal penguatan tekad, mungkin beberapa orang bilang kalau inimah saya juga tahu. Padahal dalam pengaplikasiannya sering kali seorang penulis pemula menyerah begitu saja karena keadaan yang tidak sesuai dengan harapannya. Misalnya beberapa kali mendapat penolakan dari penerbit karena tulisannya yang dianggap ampas atau jelek. Karenanya tekad yang kuat dan kesabaran penting ditanamkan pada setiap jiwa tak terkecuali seorang penulis.

Banyak memebaca buku atau karya tulis lainnya

Nah, ini yang harus bin wajib para penulis pemula  lakukan baik itu penulis fiksi maupun non fiksi. Tapi kan menulis fiksi itu tidak nyata, kenapa harus ada referensi, cukup menghayalkan bisa? Siapa bilang begitu.  Setiap apa yang kita pikirkan tidak lepas dari hasil pembelajaran, dan bahan pembelajaran yang abadi salah satunya adalah sebuah tulisan. Tidak hanya penulis non fiksi saja yang membutuhkan referensi buku bacaan melainkan penulis fiksi juga. Sebab, penulis fiksipun perlu tahu pedoman penulisan yang baik (EYD) seperti apa.

Dari buku yang dibaca juga penulis akan menemukan inspirasi dan memperkaya kosa kata, dan tentunya yang paling penting adalah penulis bisa mendapatkan informasi-informasi sebagai pendukung dari tulisannya. Misalnya informasi seputar tempat yang menjadi setting di tulisannya. tidak mungkin kan penulis menuliskan bahwa “Bandung, kota kembang yang padat penduduk karena menjadi ibu kota Negara” karena minimnya informasi. Padahal semestinya ibu kota Negara ialah Jakarta. Jadi, penulis yang handal tidak lain tidak bukan adalah pembaca yang handal pula.

Membaca sekelilingmu

Selain berupa tulisan yang harus dibaca, seorang penulis juga harus peka terhadap sekelilingnya. Artinya, peristiwa-peristiwa sederhana maupun luar biasa yang dialami seorang penulis cobalah diperhatikan dengan seksama  dan carilah makna yang tersirat di dalamnya. Dari hasil membaca sekeliling itu, seorang penulis akan memperkaya inspirasi lewat gambaran-gambaran peristiwa yang dialaminya.

Matangkan ide dan buat kerangka tulisan

Jangan pikirkan hasilnya, tulis aja dulu mungkin kalimat itu bisa dipakai untuk pemula yang hanya berniat menuangkan ide gagasannya. Tapi tidak untuk para penulis yang serius dengan tulisannya untuk sebuah karya yang utuh. Ada baiknya kamu tulis gambaran kasar yang menjadi dasar memulai tulisanmu. Misalnya bagaimana karakteristik tokohnya, siapa saja tokoh utama dan tokoh pendukungnya, alur yang dipakai, dan setting tempatnya.

Sebuah tulisan jika tidak dimanaj dengan baik, maka akan berakibat buntu. Bayangkan saja jika kita hendak memulai menulis novel tanpa ada kerangka tulisan dari prolog sampai ending. Atau ide kita dalam memulai menulis belum matang. Pastilah di pertengahan pikiran kita akan buntu dan akhirnya ngelantur atau bahkan tidak berlanjut. Karenanya, matangkan ide, buat kerangka tulisan barulah memulai menulis.

Jangan dahulu mengedit tulisan sebelum tulisan rampung

Ini yang masih sering kali dilakukan oleh penulis pemula. Karena merasa kurang yakin dengan tulisan sebelumnya, penulis akan membaca ulang tulisannya dan mengeditnya sendiri lalu melanjukan tulisannya. Pada akhirnya penulis akan menemukan ketidak sesuaian secara berulang-ulang dan lupa kalau ada beberapa tulisan sebelumnya yang dirubah.

Berpetualanglah

Seorang penulis tidak akan puas dengan hasil tulisannya tanpa melakukan observasi langsung ke tempat yang disebutkan dalam isi karya tulisnya. Meskipun gambaran tempat bisa dibrowsing melalui internet, tetap saja penggambaran ditel dan rasa yang didapat akan lebih kaya bila dirasakan langsung. Selain itu, seorang penulis juga akan memiliki ide karya tulis lain dengan bentuk yang berbeda hasil dari perjalanannya.

Minta pendapat orang lain

Sesuatu yang bagus menurut kita, pasti bagus menurut orang lain? Belum tentu bukan. Karenanya, kritikan sangat dibutuhkan dalam sebuah karya tanpa terkecuali karya tulis fiksi. Penilaian orang akan menjadi pembelajaran berharga untuk perkembangan tulisan kita. Meskipun tidak semua penilaian orang sifatnya baik, tentu untuk kamu yang yakin dengan suatu karya, kamu akan memilah perkataan orang yang mana yang dapat membangun semangatmu bukan justru membuatmu menyerah.

Lakukan dari sekarang

Jangan terlalu banyak berpikir, mulailah menulis.

Sumber : Dari berbagai sumber

(Visited 5 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.