More
    BerandaBERITASalurkan Buku Tabungan Siswa Sekolah Swasta, Wagub Banten: Gak Boleh Buat Beli...

    Salurkan Buku Tabungan Siswa Sekolah Swasta, Wagub Banten: Gak Boleh Buat Beli Motor

    SERANG, Sultantv.co – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah secara simbolis menyerahkan buku tabungan Bank Banten kepada ratusan siswa baru di sekolah swasta yang ada di Kota Serang.

    Sekolah tersebut yaitu SMK Al Falah Madani, SMK Maulana Yusuf, SMK PGRI 3 Kota Serang, dan SKh Samanta.

    Buku rekening diserahkan dalam acara pembinaan dan penutupan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026, di gedung SMK PGRI 3 Kota Serang, Jumat, 18 Juli 2025.

    Dimyati menjelaskan, penyaluran buku rekening ini bagian dari implementasi program Sekolah Gratis yang dicanangkan oleh Andra Soni dan Dimyati Natakusumah, selaku Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

    “Program sekolah gratis di Provinsi Banten sudah berjalan sejak penerimaan siswa baru tahun ini, maka kami memberikan buku tabungan ke siswa baru yang ada di sekolah swasta,” ujar Wagub Banten.

    Dalam mekanismenya, ia mengatakan penyaluran bantuan keuangan ini akan didistribusikan oleh Bank Banten dan masing-masing siswa akan menerima sebesar Rp 200.000 per bulan, selama tiga tahun kedepan.

    “Nanti punya ATM, dicetak dan ada uang yang dikirim oleh Bank Banten untuk masing-masing siswa. Ini tidak bisa diambil langsung oleh siswa, tapi hanya bisa digunakan untuk kebutuhan belajar,” kata Dimyati.

    “Begitu masuk ke (rekening) kalian, diblokir oleh bank untuk biaya pendidikan. Kalau tidak diblokir dicokot ku maraneh (diambil sama kalian), buat beli bakwan (gorengan), beli ganja, beli motor. Bahaya! Ini untuk biaya pendidikan,” jelas dia.

    Dimyati menegaskan, pemberian buku rekening bertujuan untuk memastikan semua murid mendapat hak dasar pendidikan dan mengentaskan kemiskinan di Banten.

    Sebagaimana, ia menyebut bahwa berdasarkan survei di Banten pada wajib belar 9 tahun hanya 1 persen anak anak tidak sekolah. Sedangkan, wajib belajar 12 tahun SMA-SMK-SKh terdapat 40 persen anak-anak tidak bersekolah.

    “Maka gubernur dan wakil gubernur punya visi dan misi di antaranya sekolah gratis. Tujuannya untuk menuntaskan kemiskinan dan menumbuhkan tenaga kerja yang berkompeten,” terangnya.

    “Melalui program sekolah gratis ini, tidak ada lagi alasan masyarakat tidak bersekolah dan pengangguran di Banten,” imbuh Dimyati.

    Sementara itu, Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Kota Serang, Ahmad mengatakan bahwa jumlah siswa yang menerima buku tabungan sebanyak 432 siswa, sesuai jumlah murid baru pada tahun ajaran ini.

    “Hari ini yang diserahkan cuma simbolis, termasuk dari beberapa sekolah swasta lainnya, sisanya nanti oleh pihak Bank Banten,” kata Ahmad.

    Ia menyebut jumlah siswa baru di SMK PGRI 3 Kota Serang tahun ajaran 2025/2026 sebanyak 432 murid, terdiri dari 12 rombongan belajar (rombel) atau ruang kelas.

    Dengan kedatangan orang nomor dua di Banten ini, dirinya berharap, pihaknya bisa meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di sekolah ini.

    Termasuk meng-upgrade sarana dan prasaran sekolah yang sudah lama usang sehingga perlu diperbarui.

    “Kami juga menginginkan adanya penambahan ruang kelas baru karena tahun ini peminatnya sangat membludak, sekitar 200 sampai 300 pendaftar yang ditolak,” ucap Ahmad.

    “Tentu ini membuat orang tua murid kecewa dengam harapan anaknya bisa disekolahkan di SMK PGRI 3 Kota Serang, namun kuota terbatas akhirnya sekolah tidak bisa memberikan pelayanan secara maksimal,” jelas dia. (Roy)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    - Advertisment -

    Most Popular