More

    Saat Sedang Berdiet, Jam Berapa Saja Kita Harus Makan?

    Menurut para ahli, menurunkan berat badan itu tak sekadar mengurangi porsi makan saja. Anda juga harus memperhatikan jam makan yang tepat agar berat badan jadi lebih terkendali.

    Sesehat apa pun makanan yang Anda konsumsi, jadwal makan yang tidak mengikuti jam biologis tubuh bisa membuat metabolisme menjadi kacau.

    Metabolisme merupakan berbagai reaksi kimia dalam sel tubuh yang mengubah makanan menjadi energi.

    Salah satu dampak dari terganggunya metabolisme ialah naiknya gula darah. Hal ini mengganggu produksi hormon insulin yang bertugas menyimpan lemak dalam tubuh.

    Alih-alih dibakar menjadi energi, lemak dalam tubuh justru semakin menumpuk.

    Jam makan yang tepat bisa membantu keberhasilan diet, sekaligus melindungi Anda dari risiko penyakit.

    Hal tersebut diteliti oleh Dr. Jonathan Johnston dari University of Surrey di Inggris dalam Journal of Nutritional Science (2018) yang yang membagi pesertanya ke dalam dua kelompok.

    Kelompok pertama diminta sarapan 90 menit lebih lama dari jadwal mereka biasanya dan makan malam 90 menit lebih awal.

    Tidak ada batasan dalam jenis makanan. Setelah pengamatan selama 10 pekan, ia mengambil sampel darah peserta.

    Rupanya, orang yang mengubah waktu sarapan dan makan malamnya dapat menurunkan lemak badan dua kali lipat lebih banyak dari orang yang makan seperti biasa (kelompok dua).

    Dr. Johnston juga menemukan bahwa kelompok pertama makan lebih sedikit dibanding kelompok kedua.

    Para peserta menyatakan bahwa mereka makan lebih sedikit karena nafsu makannya lebih terkendali. Mereka juga tidak banyak ngemil pada malam hari.

    Selain berat badan yang turun, Dr. Johnston menambahkan perubahan ini bisa mencegah obesitas dan penyakit-penyakit terkait. Pasalnya, jumlah lemak tubuh telah berkurang dari sebelumnya.

    Anda keliru bila mengira bahwa diet sehat itu hanya makan sekali saja dalam sehari. Ketika menurunkan berat badan, Anda tak perlu sampai menahan lapar atau puasa seharian.

    Bukannya turun berat badan, Anda malah rentan mengalami hipertensi dan gangguan kesehatan lainnya.

    Jadi, sebaiknya tetaplah makan seperti biasa dengan jadwal makan diet berikut ini.

    Sarapan pukul 6 – 9.45 pagi

    Sebuah penelitian dalam jurnal Obesity (2015) mengungkap bahwa mengonsumsi sarapan tinggi protein pukul 6 – 9.45 pagi paling ampuh mencegah penumpukan lemak.

    Sarapan pada waktu ini juga bisa mencegah munculnya rasa lapar palsu seharian.

    Ahli gizi sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics di AS, Jim White, juga menyetujui hal ini.

    Menurut White, makan satu jam setelah bangun tidur adalah jam makan diet yang terbaik. Jangan menunggu sampai jam 10 pagi baru sarapan.

    Camilan pagi 2 – 4 jam setelah sarapan

    Jika Anda terbiasa makan sangat pagi dan tak sabar menanti makan siang, camilan sehat bisa jadi solusinya.

    Untuk memastikan camilan Anda tak akan jadi lemak yang menumpuk begitu saja, pastikan Anda ngemil 2 – 4 jam setelah sarapan.

    Itulah jam ngemil saat diet yang dibutuhkan bagi sistem pencernaan untuk mengolah makanan Anda ketika sarapan.

    Dengan begitu, pada saat Anda makan camilan, tubuh sudah siap untuk memproses makanan yang masuk.[]

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    10,527FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    36,400PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru