SERANG, Sultantv.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana mengajukan pinjaman dana atau hutang ke bank untuk merivitalisasi ulang Pasar Induk Rau (PIR) pada 2026.
Peminjaman uang diperkirakan sebesar Rp 145 miliar dari salah satu bank daerah, yakni Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten (BJB).
Menurut Wali Kota Serang, Budi Rustandi rencana meminjam uang ke bank untuk pembangunan Pasar Induk Rau ini sesuai arahan dari Kejaksaan dan Pemerintah Pusat.
Pasalnya, Pasar Induk Rau yang saat ini kondisinya terlihat kumuh akan dibongkar total dan dilakukan pembangunan di tahun 2026.
“Kalau pinjam di bank bunganya lebih murah,” kata Budi, ditemui di Puspemkot Serang, Jumat, 15 Agustus 2025.
Ia mengatakan pembangunan Pasar Induk Rau ini dimulai dari nol, bahkan tindakan tersebut sejalan dengan keinginan para pedagang dan masyarakat.
Politisi Gerindra ini menegaskan tidak ingin merenovasi bangunan saja, karena kondisi saat ini bangunan Pasar Rau dikhawatirkan terhadap keselamatan banyak orang.
“Saya tidak mau bangunan lama, takutnya bahaya. Saya ingin dari nol dibangun sesuai dengan konsep,” ucapnya.
Budi menyampaikan bahwa konsep pasar yang diidamkan adalah pasar yang dikelola oleh pemerintah dengan ditata rapih.
“Penjual ayam tidak boleh lagi menyabuti ayam di tempat jualannya, harus dibawa ke pasar dalam kondisi sudah bersih. Kemudian penjual bawang juga bawangnya sudah bersih jualannya. Konsepnya nanti bersih banget,” jelas dia.
Dengan demikian, Budi dengan tegas meyakini proyek tersebut selesai dalam waktu dekat.
“Saya empat tahun lagi (menjabat), kalau tidak tahun depan mau kapan lagi selesainya. Ketika itu diambil alih oleh pemerintah seperti bisnis, nanti yang bayar penyewanya. Nanti buat Perda terkait retribusinya, nanti juga bunganya yang bayar pedagang juga. Ini real, tidak ada pungli,” kata politisi Gerindra ini.
Ia mengaku proyek pembangunan ini bukan semata-mata keinginannya, melainkan dari aspirasi pada saat dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Serang.
“Keinginan membangun ini bukan hanya saya, tapi mereka yang ingin membangun, dari mereka sendiri yang semangat. Komplainnya ke saya waktu jadi Ketua DPRD sampai jadi Walikota, mereka pedagang komplainnya ingin dibangun,” tandasnya. (Roy)





