SERANG – Ada hal menarik dari hasil petualangan Tim Jelajah Pesisir Banten 2022, saat berkunjung ke Pulau Tunda yang terletak di wilayah perairan Kabupaten Serang, tim menemukan profesi unik yang kerap dilakukan para nelayan.
Selain bekerja sebagai nelayan, salah satu mata pencaharian dari masyarakat Pulau Tunda adalah sebagai pembuat kapal, khususnya kapal penangkap ikan. Potensi ini menjadikan Pulau Tunda sebagai salah satu sentra produksi kapal di wilayah Provinsi Banten.
Mereka biasa menerima pesanan pembuatan kapal nelayan dari Pulau Panjang dan Karangantu. Sedangkan, pesanan untuk pembuatan kapal pengangkut penumpang (ferry) biasanya datang dari Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
Pembuatan kapal di Pulau Tunda menggunakan kayu mentul untuk bagian badan kapal, kayu ini didatangkan langsung dari Kalimantan. Sementara, untuk bagian dalam kapal menggunakan kayu mahoni.
Samsudin, salah seorang pembuat kapal, mengaku sudah menjadi pembuat kapal selama 10 tahun. Keahlian membuat kapal didapatkannya sejak awal masih menjadi pembantu pembuat kapal.
“Membuat kapal ini udah jadi tradisi turun-temurun lah, saya belajar dari bapak, bapak dari kakek, gitu,” tuturnya, Selasa (27/9/2022).

Produksi kapal di Pulau Tunda dapat mencapai puluhan kapal dalam setahun. Proses pembuatan sebuah kapal dapat menghabiskan waktu sekitar 4-5 bulan. Sebuah kapal biasa dikerjakan sekitar 3-5 orang orang. Namun, ada pula yang mengerjakan pembuatan kapal seorang diri.
“Ya tergantung besarnya sih, kalau gede kan perlu banyak orang. Sedikit (jumlah pekerja) juga bisa, tapi jadinya lebih lama,” tuturnya.
Jika menemukan kapal-kapal yang melaut di sekitar Pulau Tunda, dapat dipastikan bahwa sebagian kapal itu merupakan buatan masyarakat Pulau Tunda. (Nur)





