PSBB Kota Serang Diperpanjang Lagi Sampai 20 Oktober

Setelah diperpanjang dari 28 September hingga 11 Oktober 2020, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Serang diperpanjang lagi sampai 20 Oktober 2020. Wali Kota Serang Syafrudin memutuskan melanjutkan PSBB ini diambil karena jumlah kasus Covid-19 di Serang masih terus bertambah. Selain itu, adanya instruksi dari Gubernur Banten Wahidin Halim.

“PSBB akan diperpanjang sampai 20 Oktober. Sesuai dengan instruksi Pak Gubernur, terkahir itu sampai tanggal 20 Oktober,” kata Syafrudin kepada Kompas.com, Minggu (11/10/2020).

Berberdasarkan Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.214-Huk/2020, PSBB di seluruh Banten diterapkan selama sebulan, mulai dari 21 September hingga 20 Oktober. “Tapi PSBB ini kewenangannya di masing-masing daerah yang memutuskan,” ujar Syafrudin lagi.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang Hari Pamungkas menambahkan, tingkat disiplin dan pengetatan protokol kesehatan pada PSBB jilid kedua dinilai efektif mengendalikan kasus Covid-19.

“Pengetatan protokol kesehatan dengan terus gencarnya operasi yustisi yang dilakukan sangat efektif dibandingkan check point,” kata Hari.

Menurut dia, dalam dua pekan pelaksanaan PSBB jilid kedua, masyarakat Ibukota Provinsi Banten kini sudah mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan, jumlah swab test sudah mencapai 84 persen dari target WHO, yakni 1 persen dari jumlah penduduk.

“Dalam dua pekan ini kasus menurun, meskipun masih ada kasus yang didominasi dari klaster keluarga,” kata Hari.

Dia mengatakan, apabila kasus Covid-19 bisa nihil dalam dua pekan, maka penerapan PSBB akan dihentikan. Berdasarkan data terbaru dari Dinkes Kota Serang, jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 306 orang. Jumlah itu terdiri dari 26 orang dirawat di rumah sakit dan 138 orang diisolasi. Kemudian, 131 orang dinyatakan sembuh dan 11 orang meninggal.

Sebelumnya, pada perpanjangan PSBB kedua 28 September hingga 11 Oktober 2020, menghilangkan delapan pos Check Point yang dianggap tidak efektif. Pemkot di PSBB tahap ini akan lebih mengintensifkan penyemprotan disinfektan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). (sultantv)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.