PSBB Jakarta, Mari Saling Menjaga!

Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid dua atau PSBB pengetatan tidak selamanya ditanggapi negatif oleh masyarakat. H Syarief Hidayatulloh, Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Jakarta Raya mengatakan, jika melihat secara dekat dan faktual, pasti akan memahami tindakan Gubernur DKI Jakarta ini demi kepentingan semua.

“Awalnya saya tidak bisa menerima begitu saja. Begitu saya kroscek, kebijakan ini memang dilakukan untuk pencegahan ke depan. Ini keputusan yang terbaik dan ujungnya akan manis,” jelasnya saat menjadi pembicara pada program Bincang Hari Ini, Selasa (15/9).

PSBB jilid dua berlaku selama dua pekan mulai 14-27 September 2020. Penerapan PSBB itu mengacu pada Pergub Nomor 88 Tahun 2020 terkait perubahan Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.

H Agus bercerita, beberapa waktu lalu, ia sempat kroscek sendiri. Di sebuah rumah sakit kondisinya penuh. Ada yang ditempatkan di tenda dan yang di IGD belum masuk ruangan rawat. Dan itu hampir semua terjadi di rumah sakit.

“Ada beberapa teman yang terkena. Ada yang sudah tiga hari terkena dan sekarang almarhum semua sudah. Ada dua orang teman saya yang sedang isolasi,” tukasnya.

Saat ini, kata dia, orang sehat masuk rumah sakit, bisa jadi ODP (orang dalam pengawasan). Kemarin, menurutnya, ada tiga orang terdiri dari anak, ibu, dan bapak, dalam jangka tiga jam, meninggal. H Agus saat ditelepon, langsung mengurus dan membantu. Yang mengurus ketiga orang tersebut, kata dia, salah satu anak yang masih berstatus mahasiswi. Satu anak lainnya dari keluarga ini sedang dirawat di rumah sakit darurat Covid-19 di Wisma Atlet.

“Bayangkan dalam satu hari, tiga jam, merenggut tiga nyaawa dalam satu keluarga. Satu lagi maasih dirawat di rumah sakit berbeda. Satu anak linnya yang mengurus, sedang isolasi mandiri,” paparnya.

Kondisi ini menurutnya, adalah cobaan. Semua harus memaklumi, tidak usah saling menyalahkan. “Mari sama-sama menjaga, sehingga yang datang ke rumah sakit semakin berkurang. Mari menjaga pola hidup,” kata dia.

Oleh karena itu kata dia, PSBB Jakarta ini untuk warga. Karena jika tidak ditekan dengan PSBB, tidak mungkin rumah sakit akan membangun tambahan dalam waktu singkat.

“Pak Anies sudah menginjak rem darurat, saya menghimbau semuanya agar dapat menaati peraturan. Agar tidak menyebar lagi penyakit ini,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat sudah sangat sadar protokol kesehatan. Saat di pasar misalnya, ibu-ibu pergi ke pasar sudah memakai masker, masuk pasar sudah sadar cuci tangan. (sultantv)

(Visited 16 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.