JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan mengkonsolidasikan aset gedung milik perusahaan BUMN yang tidak terpakai untuk disewakan kepada swasta hingga pelaku UMKM.
Upaya ini dilakukan karena bakal beralihnya kantor kementerian/lembaga hingga BUMN ke Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.
“Kita akan konsolidasikan aset-aset (BUMN) yang tidak dipakai dengan swasta bisa dengan melupakan small medium enterprise (UMKM),” kata Erick di Hotel Sari Pasific Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2022).
Erick menyampaikan, rencana usaha penyewaan gedung milik BUMN yang tidak terpakai tersebut dapat dijadikan sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Kegiatan penyewaan gedung juga dapat mengurangi beban atas tagihan listrik hingga pajak yang ditanggung perusahaan milik negara.
“Karena gini dong, ngapain kita punya aset mangkrak, itu jadi liabilitas. Bayar listrik, bayar pajak ini kan jadi beban, lebih baik aset ini dijadikan pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Erick menyatakan, sejumlah aset gedung milik BUMN yang berpotensi disewakan ke pihak swasta banyak tersebar di area sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Nantinya sejumlah aset gedung milik BUMN tersebut akan dikonsolidasikan dibawah naungan Properti Fund.
“Jadi, konsepnya kita akan konsolidasikan aset-aset yang tidak dipakai di bawah Properti Fund. Disitu di kawasan Monas yang dulunya dilarang untuk perumahan, perkantoran, tapi kan nanti kosong orang semua nanti menterinya pindah disitu (IKN),” tutupnya. []





