BerandaBERITAPenukaran Uang Baru di Banten Hampir Mencapai Rp2,8 Triliun

Penukaran Uang Baru di Banten Hampir Mencapai Rp2,8 Triliun

SERANG – Realisasi penukaran uang baru di Provinsi Banten hingga akhir November 2023 telah mencapai Rp2,7 triliun. Angka tersebut diperkirakan akan mencapai Rp2,8 triliun pada akhir tahun ini.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Imaduddin Sahabat mengatakan peningkatan realisasi penukaran uang baru tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kebutuhan masyarakat untuk liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta kebutuhan menjelang pemilihan umum (pemilu).

“Kebutuhan natal dan tahun baru dan pemilu naik 6 persen dari semula 2,5 triliun tahun lalu, tahun ini 2,7 hampir ke 2,8 triliun, liburan panjang Masyarakat yang butuh uang kita distribusikan,” kata Imaduddin, Jumat (24/11).

Menurut Imaduddin, kebutuhan masyarakat untuk liburan Nataru tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun lalu.

Selain itu, kebutuhan uang baru menjelang pemilu juga diperkirakan meningkat. Namun, Imaduddin mengatakan, peningkatan tersebut belum signifikan.

“Prediksi jelang pemilu, saya kira ada peningkatan dari tahun lalu jadi 2,7 pasti ada peningkatan, tapi terkait pemilu ekonomi kita tumbuh kita tidak bisa prediksi, kami lihat pemilu normal,” ujarnya.

Imaduddin mengatakan, BI telah menyiapkan stok uang tunai yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. BI juga telah bekerja sama dengan perbankan untuk membuka layanan penukaran uang baru di berbagai lokasi.

“Mesin ATM kita siapkan agar mereka mudah mendapatkan uang,” katanya.

Ia juga mengatakan pecahan uang yang paling banyak ditukarkan masyarakat adalah pecahan Rp20.000 dan Rp10.000. Selain itu, pecahan Rp1.000 juga banyak ditukarkan, terutama oleh masyarakat yang membutuhkan uang untuk liburan Nataru. (Fik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular