Anglo merupakan tungku yang berfungsi seperti kompor yang terbuat dari tanah liat. Anglo adalah alat masak tradisional berupa tungku terbuka yang berfungsi membakar arang atau kayu bakar sebagai sumber panas.
Alat ini sering digunakan untuk memasak sejak dahulu. Anglo dikenal sejak lama di Nusantara, khususnya Kerajaan Majapahit yang terkenal dengan teknologi terakota yang tinggi. Alat ini juga menciptakan aroma masakan yang khas, seringkali dijumpai di pasar tradisional, desa, atau rumah makan khas tradisional.
Fungsi utama dari anglo ini yaitu untuk memasak, namun di beberapa daerah juga digunakan untuk kegiatan ritual.
Selain dari tanah liat atau terakota, ada juga anglo yang terbuat dari logam. Anglo memiliki bentuk serupa mangkuk atau kotak berkaki untuk sirkulasi udara dan tempat abu ditampung.
Anglo memiliki nilai budaya dan sejarah, alat masak khas tradisional ini sering terlihat saat mengunjungi rumah makan yang mengusung tema pedesaan atau tradisional. Selain dari sisi estetika, aroma masakan juga jadi lebih lezat.
Namun, anglo juga punya beberapa kekurangan, yaitu menimbulkan jelaga atau debu dan bisa mengotori dapur. Waktu memasaknya juga menjadi lebih lama dibandingkan dengan kompor modern saat ini. Anglo juga bisa hancur kalau tidak digunakan hati-hati karena terbuat dari tanah liat.
Meskipun demikian, sebagian orang masih tetap setia menggunakan anglo karena dinilai lebih murah dibandingkan harus beli gas. Selain itu, rasa masakan jadi lebih autentik, dan estetikanya yang memanjakan mata.
[Radika]





