SERANG, Sultantv.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang akan menurunkan kekuatan sebanyak 1.300 petugas khusus untuk melaksanakan Sensus Ekonomi tahun 2026.
Jumlah personel masif ini disiapkan demi memastikan seluruh unit usaha terdata lengkap, tanpa ada yang tertinggal, guna menjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang terus bertumbuh positif.
Kepala BPS Kabupaten Serang, Tutty Amalia, menegaskan bahwa 1.300 petugas tersebut telah direkrut dan tahap pelaksanaan sudah berjalan. Sebelum turun ke lapangan, seluruh tenaga pendata telah melewati tahapan seleksi ketat serta pelatihan mitigasi.
Langkah ini diambil agar setiap petugas memiliki pemahaman yang seragam, standar, dan mampu mengumpulkan data berkualitas tinggi di seluruh wilayah Kabupaten Serang.
”Kami kerahkan 1.300 petugas yang sudah melalui seleksi dan pelatihan. Harapannya, jika respon masyarakat baik dan data diberikan dengan jujur, pertumbuhan ekonomi kita yang positif ini bisa terus naik, tidak melambat,” ujar Tutty kepada wartawan, usai Launching Sensus Ekonomi 2026 di Pendodo Bupati Serang, Senin, 18 Mei 2026.
Tutty merinci, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, perekonomian Kabupaten Serang konsisten tumbuh positif. Data terakhir tahun 2025 mencatat angka pertumbuhan mencapai 4,87 persen.
Angka ini dinilai sangat baik, meski sempat mengalami perlambatan di beberapa titik akibat dampak pandemi COVID-19.
”Karena kita harus melihat di sebelumnya untuk menyatakan positif atau lambat. Kalau di Kabupaten Serang itu terus tumbuh positif. Memang ada sedikit lambat di beberapa titik karena ada pengaruh misalnya covid,” jelasnya.
Melalui data baru dari sensus ini, ia berharap laju pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Serang ditargetkan tidak hanya terjaga, namun bisa dipercepat lagi.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa pendataan kali ini berbeda dengan survei biasa yang menggunakan sampel.
Sensus Ekonomi 2026 mencakup seluruh usaha dari beragam sektor, mulai dari pertanian, jasa, hingga semua skala usaha—mulai dari mikro hingga industri besar.
Seluruh pelaku usaha akan diminta memberikan data lengkap meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB), jenis produk, pendapatan, hingga rincian pengeluaran.
Hasil pengolahan data nantinya akan menjadi acuan utama bagi Bupati Serang dan jajarannya untuk memetakan karakteristik usaha, menemukan potensi unggulan, hingga merumuskan strategi kebijakan yang paling pas dan dibutuhkan daerah.
”Data lengkap ini akan jadi dasar kebijakan tepat sasaran. Kalau gambaran terakhir ekonomi kita sudah positif, dengan data baru ini pertumbuhannya bisa diakselerasi lagi lebih tinggi,” tegas Yusniar.
Terkait pelaksanaan, Yusniar memastikan hingga tahap persiapan tidak ada kendala berarti. Dukungan penuh telah mengalir dari Pemerintah Kabupaten Serang dan berbagai pihak terkait.
”Koordinasi terus diperkuat agar informasi menyebar luas dan masyarakat paham pentingnya kegiatan ini,” ucapnya.
Pihaknya berharap kehadiran ribuan petugas ini disambut baik oleh warga maupun pelaku usaha besar, demi ketersediaan data akurat yang menentukan masa depan ekonomi Kabupaten Serang. (Red/ RG)



